Reputasi sebagai Aset Spiritual dan Sosial: Urgensi Branding Lembaga Pendidikan Islam dalam Menjawab Tuntutan Zaman
DOI:
https://doi.org/10.0111/afkar.v1i2.73Kata Kunci:
Branding Reputasi; Lembaga Pendidikan Islam; Tuntutan ZamanAbstrak
Perkembangan zaman yang ditandai dengan kemajuan teknologi dan globalisasi telah menuntut lembaga pendidikan Islam untuk beradaptasi dengan paradigma baru dalam pengelolaan citra dan reputasi. Reputasi tidak hanya menjadi simbol pengakuan sosial, tetapi juga mencerminkan nilai spiritual yang melekat pada lembaga tersebut. Perubahan sosial, budaya, dan teknologi di era modern menuntut lembaga pendidikan Islam untuk beradaptasi secara strategis agar tetap relevan dan kompetitif. Salah satu strategi penting yang perlu dikembangkan adalah branding lembaga pendidikan Islam. Branding bukan hanya sekadar upaya memperkuat citra institusi di mata publik, tetapi juga menjadi sarana untuk menegaskan identitas, nilai-nilai spiritual, dan keunggulan khas lembaga pendidikan Islam di tengah arus globalisasi dan sekularisasi pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis pentingnya reputasi sebagai aset spiritual dan sosial serta urgensi branding bagi lembaga pendidikan Islam dalam menghadapi dinamika modernitas. Melalui Metode perpustakaan (library research) dan menggunakan pendekatan Analisis deskriptif dengan studi literatur, penelitian ini menemukan bahwa reputasi lembaga pendidikan Islam harus dibangun di atas fondasi nilai-nilai keislaman seperti kejujuran, amanah, dan kebermanfaatan sosial. Branding yang kuat dan autentik menjadi media untuk memperkuat kepercayaan publik, memperluas jaringan sosial, serta menjaga eksistensi lembaga dalam kompetisi global. Dengan demikian, branding bukan sekadar strategi pemasaran, tetapi merupakan representasi nilai spiritual dan sosial yang menjadi identitas khas lembaga pendidikan Islam
Referensi
Amin, M. A. (2025). URGENSI PEMASARAN BAGI PENDIDIKAN ISLAM Pendidikan Islam di Indonesia telah mengalami perkembangan signifikan. 03(01), 1–11.
Aziz, M. S., & In’am, A. (2024). PERAN STRATEGIS TRUST DAN REPUTATION SEBAGAI ASET KOMPETITIF DALAM PEMASARAN PENDIDIKAN ISLAM: Kerangka Konsep Integratif Berdasarkan Perspektif Resource-Advantage Theory Of Competition. INTIZAM: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 8(1), 24–50.
Dyan Fahira, Desy Safitri, S. (2024). Cendikia pendidikan. Cendekia Pendidikan, 4(1), 1–11. https://doi.org/10.9644/sindoro.v3i9.252
Edy, S., Fauzi, S., Nenda, & Muhammad Zaini El Wahyu. (2024). Integrated Cultural-Educational Branding: An Innovative Strategies for Building a Sustainable Image in Islamic Primary School. Progresiva : Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Islam, 13(03), 345–360. https://doi.org/10.22219/progresiva. v13i03.37447
Faizah, N. A., Salsabila, A. D., Asyifa, N., & Kusumaningrum, H. (2024). Banding Sekolah : Pendekatan Manajemen. Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Kearifan Lokal (JIPKL),4(6),827–842. https://jipkl.com/index.php/JIPKL/article/download/189/178
Fatimah, S. (2025). MODEL BRANDING SPIRITUAL DALAM POSITIONING LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM DI ERA DIGITAL dalam branding mereka . Meskipun memiliki nilai-nilai spiritual yang kuat , digital dan spiritual . Berdasarkan penelitian-penelitian tersebut , penelitian ini spiritual dalam konteks digital . Berbeda dengan penelitian terdahulu yang lebih lembaga pendidikan Islam dengan penerapannya di media digital . Penelitian ini yang relevan dan aplikatif untuk lembaga pendidikan Islam , khususnya SMAI Miftahul Arifin , dalam menghadapi tantangan branding di dunia digital . Konsep memberikan wawasan baru tentang bagaimana nilai-nilai agama dapat Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaan utama : Bagaimana cara SMAI Miftahul Arifin memanfaatkan digital branding untuk memperkuat. 01(04), 1076–1085.
Fitrotunnisa, A., Suwara, J., Wulandari, M., & Musafa’, M. N. (2025). Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII) Relevansi Kurikulum Pendidikan Agama Islam dalam Menjawab Tantangan Era Society 5.0. Jurnal Studi Islam Indonesia (JSII), 3(1), 67–82.
Haris, M. A. (2023). Urgensi Digitalisasi Pendidikan Pesantren Di Era Society 5.0 (Peluang Dan Tantangannya Di Pondok Pesantren Al-Amin Indramayu). Islamic Management: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 6(01), 49–64. https://doi.org/10.30868/im.v4i02.3616
Hermawan, I., & Carnawi. (2024). Konsep Membangun Branding Image Untuk Meningkatkan Kepercayaan Terhadap Lembaga Pendidikan Islam. ASCENT: Al-Bahjah Journal of Islamic Education Management, 2(1), 12–26. https://doi.org/10.61553/ascent.v2i1.96
Komunikasi, J. P. (2025). RELASI: Jurnal Penelitian Komunikasi, Vol. 05 No. 02 (2025). 05(02), 58–66.
Mubarok, M. Z., & Niswatin. (2024). Efektivitas Branding dalam Meningkatkan Reputasi Lembaga Pendidikan Islam. Jurnal Kompetensi Ilmu Sosial, 3(1), 25–35. https://doi.org/10.29138/jkis.v3i1.52
Nurainun, Siregar, S. B., Harahap, P. P., Sinaga, E. P., & Siregar, T. M. (2023). Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif INDONESIA. Jurnal Pendidikan Ilmiah Transformatif, 7(12), 8–16.
Pendidikan, J. (2024). Cendikia Cendikia. 2(3), 454–474.
Ratnasari, L., & Suradika, A. (2020). Building the Reputation of Islamic Schools Among Muslim Middle Classes. Perspektif Komunikasi: Jurnal Ilmu Komunikasi Politik Dan Komunikasi Bisnis, 4(1), 18. https://jurnal.umj.ac.id/index.php/perspektif/article/view/6867
Sahgal, A. (2024). Опыт аудита обеспечения качества и безопасности медицинской деятельности в медицинской организации по разделу «Эпидемиологическая безопасностьNo Title. Вестник Росздравнадзора, 4(1), 9–15.
Wahid, L. A., & Hamami, T. (2021). Tantangan Pengembangan Kurikulum Pendidikan Islam dan Strategi Pengembangannya dalam Menghadapi Tuntutan Kompetensi Masa Depan. J-PAI: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 8(1), 23–36. https://doi.org/10.18860/jpai.v8i1.15222
Zainiya Anisa, & Saparudin. (2022). Modern Islamic School Branding: Integrated Islamic School, Madrasah/Nature School, and Tahfiz Al-Qur’an. EL-HIKMAH: Jurnal Kajian Dan Penelitian Pendidikan Islam, 16(1), 49–64. https://journal.uinmataram.ac.id/index.php/elhikmah/article/view/6191
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Ameliana Nurahmi, Supratman Zakir

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








