Implementasi Kultur Pesantren dalam Membentuk Karakter Santri di Pesantren Daaru Tahfiz Ampek Angkek Kabupaten Agam
DOI:
https://doi.org/10.0111/afkar.v2i1.198Kata Kunci:
Kultur Pesantren, Karakter Santri, Tahfiz Al-Quran.Abstrak
Pesantren memiliki peran strategis dalam membentuk karakter santri yang tidak hanya religius, tetapi juga berakhlak mulia. Kultur pesantren yang khas mencerminkan pola hidup berbasis nilai-nilai Islam melalui kebiasaan ibadah, kedisiplinan, tanggung jawab, serta pembentukan kebersamaan antaranggota pesantren. Pondok Pesantren Daaru Tahfiz Ampek Angkek Kabupaten Agam merupakan salah satu pesantren yang mengedepankan nilai-nilai tersebut dalam proses pendidikan santri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kultur pesantren di Daaru Tahfiz dan bagaimana implementasinya dalam membentuk karakter santri yang sesuai dengan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi langsung terhadap aktivitas santri, wawancara mendalam dengan pengasuh dan santri, serta dokumentasi terkait kegiatan di pesantren. Teknik analisis data melibatkan proses reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diperkuat dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kultur pesantren di Daaru Tahfiz berperan signifikan dalam membentuk karakter santri melalui berbagai kegiatan berbasis nilai-nilai Islam. Program tahsin berperan dalam membentuk kemampuan baca Al-Qur'an yang baik dan benar, disertai pembiasaan disiplin dalam mematuhi jadwal pembelajaran. Kegiatan tahfiz tidak hanya meningkatkan hafalan Al-Qur'an, tetapi juga membentuk karakter santri yang tekun dan bertanggung jawab. Kegiatan muhadhoroh melatih keberanian berbicara dan meningkatkan rasa percaya diri santri. Debat keilmuan mendorong kemampuan berpikir kritis, argumentasi yang santun, dan kebersamaan dalam diskusi. Sementara itu, storytelling membantu santri mengasah kreativitas dan komunikasi efektif. Implementasi kultur pesantren ini diperkuat dengan lingkungan yang kondusif dan peran pengasuh, meskipun terdapat beberapa kendala seperti kejenuhan santri, keterbatasan tenaga pendidik, dan perbedaan latar belakang budaya. serta menjelaskan penerapan syirkah dalam Bank Syariah dan Lembaga Keuangan Syariah (LKS).
Referensi
Abdullah, M. A. (2021). Pendidikan Islam: Menghadapi tantangan modernitas dan globalisasi. Pustaka Pelajar.
Al-Attas, S. M. N. (1999). The concept of education in Islam: A framework for an Islamic philosophy of education. ISTAC.
Amin, K. (2024, September 10). Wawancara pribadi sebagai Ustadz Pondok Pesantren Daaru Tahfiz. Pondok Pesantren Daaru Tahfiz.
Azra, A. (2012). Pendidikan Islam: Tradisi dan modernisasi di tengah tantangan milenium III. Kencana.
Bandura, A. (1986). Social foundations of thought and action: A social cognitive theory. Prentice Hall.
Dhofier, Z. (1981). Tradisi pesantren: Studi tentang pandangan hidup kiai. LP3ES.
Dhofier, Z. (2011). Tradisi pesantren: Studi pandangan hidup kyai dan visinya mengenai masa depan Indonesia. LP3ES.
Kemendiknas. (2010). Pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. Kementerian Pendidikan Nasional.
Laksana, S. D. (2015). Urgensi pendidikan karakter bangsa di sekolah. Muaddib, 5(1).
Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Majid, A., & Andayani, D. (2017). Pendidikan karakter perspektif Islam. PT Remaja Rosdakarya.
Marista, A., dkk. (2021). Pengaruh teknologi dalam dunia pendidikan. Al-Mutharahah: Jurnal Penelitian dan Kajian Sosial Keagamaan, 18(2). https://doi.org/10.46781/al-mutharahah.v18i2.303
Moleong, L. J. (2000). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.
Muhajirin, & Panorama, M. (2017). Pendekatan praktis metode penelitian kualitatif dan kuantitatif. Idea Press.
Nashir, H. (n.d.). Pendidikan karakter berbasis agama dan budaya.
Nata, A. (2019). Pendidikan Islam di era milenial. Kencana.
Nur, M. (2024, September 11). Wawancara pribadi sebagai pimpinan Pondok Pesantren Daaru Tahfiz. Pondok Pesantren Daaru Tahfiz.
Rahmadi. (2011). Pengantar metodologi penelitian. Antasari Press.
Republik Indonesia. (2003). Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Republik Indonesia.
Siyoto, S., & Sodik, M. A. (2015). Dasar metodologi penelitian. Literasi Media Publishing.
Sugiyono. (2018). Metode penelitian pendidikan. Alfabeta.
Wahid, A. (1999). Islam tradisional dan modernisasi. LP3ES.
Wibowo, A. (2012). Pendidikan karakter: Strategi membangun karakter bangsa berperadaban. Pustaka Pelajar.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Irfan Asy’ari, Oktarina Yusra, Januar Januar, Eka Rizal

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









