Hubungan Self Regulation dengan Burnout Pada Guru SD IT Madani Islamic School Payakumbuh
DOI:
https://doi.org/10.0111/afkar.v2i1.177Kata Kunci:
Self-Regulation, Burnout, Guru Sekolah Dasar, Regulasi Diri, Kesejahteraan Psikologis.Abstrak
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-regulation dengan burnout pada guru SD IT Madani Islamic School Payakumbuh. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Populasi penelitian berjumlah 62 guru dan seluruh populasi dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan skala self-regulation berdasarkan teori Zimmerman dan skala burnout berdasarkan teori Maslach. Analisis data dilakukan menggunakan teknik korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat self-regulation guru berada pada kategori tinggi dengan persentase 85,5%, sedangkan tingkat burnout berada pada kategori rendah dengan persentase 66,1%. Hasil uji hipotesis menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara self-regulation dan burnout dengan nilai koefisien korelasi sebesar r = -0,649 dan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kemampuan self-regulation yang dimiliki guru, maka semakin rendah tingkat burnout yang dialaminya. Oleh karena itu, penguatan self-regulation penting dilakukan untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis guru.
Referensi
Alwisol. (2005). Psikologi kepribadian. UMM Press.
Ambarwati, T. S., Suryanti, H. H. S., & Jawandi, A. (2025). Peran bimbingan kelompok dengan teknik self regulated learning untuk mengatasi perilaku academic burnout. Counselia: Jurnal Bimbingan Konseling Pendidikan Islam, 6(2), 379–392.
Azwar, S. (2012). Penyusunan skala psikologi. Pustaka Pelajar.
Azwar, S. (2017). Metode penelitian psikologi. Pustaka Pelajar.
Dachrud, M. (2005). Regulasi diri dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.
Dawous, G. G., Satori, D., Munir, M., & Suharto, N. (2024). Hotspot stres pada guru sekolah dasar: Analisis faktor-faktor pemicu dan implikasinya terhadap kesejahteraan pendidikan. Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan, 7(4), 588–606.
Ekawanti, S., & Mulyana, O. P. (2016). Regulasi diri dengan burnout pada guru. Jurnal Psikologi Teori dan Terapan, 6(2), 113–118. https://doi.org/10.26740/jptt.v6n2.p113-118
Fairuza, R. A., & Maryatmi, A. S. (2022). Hubungan antara regulasi emosi dan efikasi diri dengan burnout pada perawat di Rumah Sakit X. Jurnal Psikologi Kreatif Inovatif, 2(3). https://doi.org/10.37817/psikologikreatifinovatif.v2i3.2128
Fanani, E., Martiana, T., & Qomarudin, B. (2020). Hubungan stres kerja dengan burnout perawat rumah sakit. Preventia: Indonesian Journal of Public Health, 5(2), 86–89. https://doi.org/10.17977/um044v5i22020p86-89
Fauzy, M. L., Murtinah, Sulystiowati, P., & Purwantini, L. (2026). Pengaruh konsep diri dan regulasi emosi terhadap burnout akademik pada mahasiswa. Jurnal Ilmiah Nusantara (JINU), 3(2), 365–382.
Fitria, Y., & Pratama, R. A. (2022). Pengaruh self-regulation terhadap burnout pada tenaga pendidik di masa pandemi COVID-19. Jurnal Psikologi Ulayat, 9(2), 115–123.
Haru, E. D., & Marlina, J. (2023). Upaya meningkatkan regulasi diri pada mahasiswa. Jurnal Alternatif: Wacana Interkultural, 12(2). https://doi.org/10.60130/ja.v12i01.117
Hasyyati, B. M., & Widyasari, P. (2023). Hubungan antara self-compassion dengan burnout pada guru sekolah dasar inklusif. JPK (Jurnal Pendidikan Khusus), 19(1), 29–42. https://doi.org/10.21831/jpk.v19i1.49181
Hidajat, F. A., Rahayu, W., & Meiliasari. (2022). Pengembangan kemampuan self-regulation guru untuk menghasilkan lembar kerja siswa (LKS) matematika secara kreatif. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara (JPkMN), 3(1), 117–124. https://doi.org/10.55338/jpkmn.v3i1.295
Hutabarat, U. A. H., & Brahmana, K. M. B. (2023). Gambaran burnout pada guru SD Negeri di Desa Hutabalang Kecamatan Badiri. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 3(4), 6384–6394.
Isbadi, M. I., & Al Ahsani, N. (2025). Hubungan regulasi emosi dengan academic burnout pada santri tahfidz Pondok Pesantren Annuqoyyah Latee Guluk-Guluk Sumenep. Psychospiritual: Journal of Trends in Islamic Psychological Research, 4(1), 45–56. https://doi.org/10.35719/psychospiritual.v4i1.63
Itryah, & Kurnianto, H. (2023). Self-regulation with burnout of Basarnas employees. ENDLESS: International Journal of Future Studies, 6(2), 44–56. https://doi.org/10.54783/endlessjournal.v6i2.150
Mardiansyah, M. C. S., & Affandi, G. R. (2024). Regulasi diri dan burnout akademik dalam pembelajaran daring di SMK Antartika 2. INQUEST Journal, 3(1), 48–56. https://doi.org/10.53622/ij.v3i1.350
Margaretha, T., & Astuti, N. W. (2023). Overview of preschool teachers' self-regulation in teaching (Gambaran self-regulation guru PAUD dalam mengajar). Journal of Social and Economics Research, 5(2). https://doi.org/10.54783/jser.v5i2.166
Maslach, C. (2003). Burnout: The cost of caring. Ishk Publishing.
Maslach, C., & Jackson, S. E. (1981). The measurement of experienced burnout. Journal of Occupational Behaviour, 2(2), 99–113. https://doi.org/10.1002/job.4030020205
Maslach, C., & Jackson, S. E. (1986). Maslach Burnout Inventory manual (2nd ed.). Consulting Psychologists Press.
Maslach, C., & Leiter, M. P. (1997). The truth about burnout: How organizations cause personal stress and what to do about it. Jossey-Bass.
Nugroho, B. A., & Syamsu, F. (2020). Burnout syndrome pada guru sekolah dasar: Tinjauan faktor individu dan organisasi. Jurnal Psikologi Sosial, 19(1), 25–34.
Palele, M. Y. Y., & Wijono, S. (2024). Self-efficacy dan burnout pada karyawan PT. X. INNOVATIVE: Journal of Social Science Research, 4(3), 7601–7608.
Palupi, V. C., & Pandjaitan, L. N. (2022). Self-efficacy dan burnout pada guru. Jurnal Sosial dan Humaniora, 3(1). https://doi.org/10.24123/soshum.v3i1.5225
Pranitasari, D., Lidyawati, L., Prastuti, D., Hermastuti, P., & Saodah, N. S. (2023). Burnout dan kepuasan kerja karyawan. SOSMANIORA (Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora), 2(4), 600–609. https://doi.org/10.55123/sosmaniora.v2i4.2822
Priyatno, D. (2014). SPSS 22: Pengolahan data terpraktis. Andi.
Puspitasari, D., & Zainuddin, M. (2024). Pengaruh self-regulation terhadap burnout pada guru: Studi kasus di sekolah menengah. Jurnal Psikologi Pendidikan, 10(2).
Putra, R. A., & Daryanes, F. (2021). Analisis self-regulation guru biologi SMA Negeri Kota Pekanbaru. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan IPA, 1(1).
Rahmi, I., & Nio, S. R. (2025). Kejenuhan kerja (burnout) pada guru sekolah di Kota Solok. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5(3).
Ramadhani, F., & Yusuf, A. M. (2021). Hubungan antara regulasi diri dengan burnout pada guru honorer. Jurnal Bimbingan dan Konseling Islam, 11(2), 150–158.
Risky, D. (2025). Hubungan antara self-regulation learning dan dukungan sosial guru dengan prestasi belajar pada siswa SMA Negeri “X” Rokan Hulu (Skripsi). Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau.
Sitti, M. (2021). Hubungan antara self-efficacy dengan burnout pada guru Komplek Madrasah Terpadu Tungkop Aceh Besar yang mengajar secara tatap muka di masa pandemi COVID-19 (Skripsi). Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.
Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
Suha, Y., Nauli, F. A., & Karim, D. (2022). Gambaran burnout pada mahasiswa jurusan keperawatan. Community of Publishing in Nursing (COPING), 10(3), 282–290. https://doi.org/10.24843/coping.2022.v10.i03.p07
Sundari, P. R., & Meria, L. (2022). Pengaruh beban kerja melalui burnout dan kepuasan kerja terhadap turnover intention. Adi Bisnis Digital Interdisiplin Jurnal, 3(2). https://doi.org/10.34306/abdi.v3i2.785
Utami, A. A. I. D. A., Sidaryanti, N. N. A., & Wirahyuni, K. (2024). Burnout among EFL teachers in Indonesia: Levels and factors. The Art of Teaching English as a Foreign Language (TATEFL), 5(1), 67–76. https://doi.org/10.36663/tatefl.v5i1.691
Yanti, N., Syam, F. M., & Fitriani, W. (2022). Gambaran stress kerja guru selama pandemi COVID-19 di SD IT Madani Islamic School Payakumbuh. Ristekdik: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 7(2), 247–253. https://doi.org/10.31604/ristekdik.2022.v7i2.247-253
Yestiani, D. K., & Zahwa, N. (2020). Peran guru dalam pembelajaran pada siswa sekolah dasar. Fondatia, 4(1), 41–47. https://doi.org/10.36088/fondatia.v4i1.515
Zimmerman, B. J. (2000). Attaining self-regulation: A social cognitive perspective. Dalam M. Boekaerts, P. R. Pintrich, & M. Zeidner (Eds.), Handbook of self-regulation (pp. 13–39). Academic Press.
Zimmerman, B. J., & Schunk, D. H. (1989). Self-regulated learning and academic achievement: Theory, research, and practice. Springer-Verlag. https://doi.org/10.1007/978-1-4612-3618-4
Zulkarnain. (2025). Motivasi belajar, regulasi diri, dan dukungan sosial sebagai prediktor academic burnout siswa sekolah menengah atas. Jurnal Fokus Konseling, 11(1), 26–35. https://doi.org/10.52657/jfk.v11i1.2622
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Leonita Agustiany, Murisal Murisal, Nurul Fadhilah Khair

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









