Perbandingan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning Dengan Discovery Learning Pada Pembelajaran PAI
DOI:
https://doi.org/10.0111/afkar.v2i1.166Kata Kunci:
Kemampuan Berpikir Kritis, Problem Based Learning, Discovery LearningAbstrak
Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu dikembangkan untuk membantu siswa menganalisis informasi, memecahkan masalah, dan mengambil keputusan secara tepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbandingan kemampuan berpikir kritis siswa yang diajarkan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan Discovery Learning. Penelitian ini menggunakan metode quasi experiment dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XI SMA Negeri 3 Bukittinggi. Sampel terdiri atas kelas XI IPS 1 sebagai eksperimen I (PBL), XI IPS 3 sebagai eksperimen II (Discovery Learning), dan XI IPS 2 sebagai kelas kontrol yang dipilih melalui random sampling. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata nilai pre-test dan post-test pada kelas eksperimen I sebesar 46,25 dan 63,13, eksperimen II sebesar 48,66 dan 58,71, serta kelas kontrol sebesar 49,04 dan 52,64. Uji hipotesis menunjukkan kedua model berpengaruh terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Namun, tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara penggunaan model PBL dan Discovery Learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Referensi
Aprilianingrum, D., & Wardani, K. W. (2021). Meta analisis: Komparasi pengaruh model pembelajaran Problem Based Learning dan Discovery Learning dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa SD. Jurnal Basicedu, 5(2), 1006–1017. https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i2.871
Aqib, Z. (2014). Model-model, media, dan strategi pembelajaran kontekstual (inovatif). Tyama Widya.
Arifin, Z. (2009). Evaluasi pembelajaran. PT Remaja Rosdakarya.
Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian. Rineka Cipta.
Arikunto, S. (2013). Dasar-dasar evaluasi pendidikan. Bumi Aksara.
Astuti, N. S., Priyayi, D. F., & Sastrodiharjo, S. (2021). Perbandingan keterampilan berpikir kritis peserta didik melalui penerapan model Problem Based Learning (PBL) dan Discovery. Edu Sains: Jurnal Pendidikan Sains dan Matematika, 9(1). https://doi.org/10.23971/eds.v9i1.1912
Aunurrahman. (2014). Belajar dan pembelajaran. Alfabeta.
Fisher, A. (2008). Berpikir kritis. Erlangga.
Lestari, K. E., & Yudhanegara, M. R. (2015). Penelitian pendidikan matematika. Refika Aditama.
Pasaribu, S. E., Helendra, H., Ristiono, R., & Atifah, Y. (2020). Perbandingan kemampuan berpikir kritis siswa yang diajar dengan model Problem Based Learning dan Discovery Learning. Mimbar Ilmu, 25(3), 460–469. https://doi.org/10.23887/mi.v25i3.28918
Riduwan. (2013). Belajar mudah penelitian. Alfabeta.
Sagala, S. (2013). Konsep dan makna pembelajaran. Alfabeta.
Shoimin, A. (2014). 68 model pembelajaran inovatif dalam kurikulum 2013. Ar-Ruzz Media.
Sudjana. (2009). Metode statistika. Transito.
Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.
Sugiyono. (2015). Metode penelitian pendidikan. Alfabeta.
Supardi. (2013). Aplikasi statistika dalam penelitian. Change Publication.
Suprijono, A. (2011). Cooperative learning: Teori dan aplikasi PAIKEM. Pustaka Pelajar.
Susanto, A. (2014). Teori belajar dan pembelajaran di sekolah dasar. Kencana.
Suyadi. (2013). Strategi pembelajaran pendidikan karakter. PT Remaja Rosdakarya.
Trianto. (2012). Mendesain model pembelajaran inovatif-progresif. Kencana.
Wahab, R. (2015). Psikologi belajar. PT RajaGrafindo Persada.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Hafif, Arifmiboy Arifmiboy, Deswalantri Deswalantri, Yelfi Dewi S

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.









