Peran Majelis Taklim Masjid Mukhlisin Dalam Mendakwahkan Syariat-Syariat Islam Di Jorong Lasi Tuo Nagari Lasi
DOI:
https://doi.org/10.0111/afkar.v1i3.118Kata Kunci:
Majelis Taklim; Dakwah; Syariat IslamAbstrak
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya minat masyarakat untuk menghadiri kegiatan yang diadakan oleh majelis taklim karena kegiatan hanya terfokus pada metode lama seperti yasinan dan wirid pengajian rutin. Tidak adanya variasi atau metode baru yang digunakan membuat masyarakat kurang berminat terhadap apa yang disampaikan. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan informan utama Ibu Yelvita Maria sebagai ketua Majelis Taklim Masjid Mukhlisin. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, dianalisis dengan metode deskriptif kualitatif dan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran Majelis Taklim Masjid Mukhlisin dalam mendakwahkan syariat Islam masih belum optimal karena tidak ada metode khusus yang digunakan. Kegiatan yang dilakukan meliputi pengajian rutin, tadarrus, shalat berjamaah, menyantuni anak yatim dan fakir miskin, memperingati hari besar Islam, serta takziah dan ziarah kubur.
Referensi
Abdullah, H. (2015). Ilmu dakwah. Bandung: Cipta Pustaka Media.
Amin, M. (1980). Metode dakwah Islam dan beberapa keputusan pemerintahan tentang aktivitas keagamaan. Yogyakarta: Sumbangsih.
Amin, S. M. (2009). Ilmu dakwah. Jakarta: Amzah.
Anwar, S. (2012). Aktualisasi peran majelis taklim dalam peningkatan kualitas umat di era globalisasi. Jurnal Pendidikan Agama Islam-Ta’lim, 10(1).
Arifuddin, A. F. P. (2017). Film sebagai media dakwah Islam. Jurnal Aqlam, 2(2).
Armando, N. M. (2005). Ensiklopedi Islam. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve.
Astuti, N. M. (2021). Strategi komunikasi guru terhadap anak berkebutuhan khusus di SLB Al-Azhar Bukittinggi. Bukittinggi: Suci.
AS, T. A. (1997). Strategi dakwah di lingkungan majelis taklim. Bandung: Mizan.
Aswari, R. (2018). Peranan Majelis Taklim Al-Munawarah dalam membina masyarakat. Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Alauddin Makassar.
Aziz, M. A. (2004). Ilmu dakwah (Edisi revisi). Jakarta: Kencana.
Departemen Agama RI. (2010). Al-Qur’an dan terjemahannya. Bandung: Gema Risalah Press.
Djauharuddin, A. (2010). Internalisasi nilai keislaman melalui majelis taklim. Jurnal Ilmu Dakwah, 5(16).
Dwi, F., & Priyono, H. (2019). Pesan dakwah dalam film Cinta Subuh Maha Cinta. Skripsi, Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam, IAIN Bengkulu.
Fitriah, H., & Rahmad, Z. K. (2012). Manajemen dan silabus majelis taklim. Jakarta: Pusat Pengkajian dan Pengembangan Islam.
Helmawati. (2013). Peran aktif majelis taklim meningkatkan mutu pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Hendra, T. (2018). Profesionalisme dakwah pemberdayaan masyarakat. Jurnal Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Desa, 1(1).
Hesti, S. (2019). Metodologi penelitian. Jurnal EMBA, 7(1).
Jamil, A., et al. (2012). Pedoman majelis taklim. Jakarta: Direktorat Penerangan Agama Islam.
Kartini, D. (2016). Pengaruh efektivitas penelitian. Jurnal Riset Akuntansi, 8(2).
Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Muhyiddin, A.-I., & An-Nawawi. (2018). Matan dan terjemahan hadis Arbain An-Nawawi. Jakarta: Darul Haq.
Munawaroh. (2022). Peran majelis taklim dalam meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat. Jurnal Penelitian, 14(2).
Munir, M., & Ilahi, W. (2006). Manajemen dakwah. Jakarta: Prenadamedia Group.
Pimay. (2006). Metode dakwah. Semarang: Rasa.
Puslitbang Kehidupan Keagamaan. (2007). Peningkatan peran serta masyarakat dalam pendalaman ajaran agama melalui majelis taklim. Jakarta: Puslitbang Kehidupan Keagamaan.
Riswandi. (2009). Ilmu komunikasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Rustan, A. (2018). Peranan Majelis Taklim Anas Bin Malik dalam membina silaturrahim masyarakat di Kabupaten Pare-Pare. Jurnal Al-Khitabah, 4(1).
Saputra, W. (2012). Pengantar ilmu dakwah. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.
Siddiq. (2010). Internalisasi nilai keislaman melalui majelis taklim. Jurnal Ilmu Dakwah, 5(16).
Sugiyono. (2013). Metodologi penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2025 Ahmad Furqani Syahri, Tomi Hendra

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.








