Rekonstruksi Desain Pembelajaran: Dari Transfer Pengetahuan Menuju Pembentukan Karakter Peserta Didik
DOI:
https://doi.org/10.0111/afkar.v2i3.269Kata Kunci:
Desain Pembelajaran, Transfer Pengetahuan, Pendidikan Karakter, Pengalaman Belajar, Asesmen Autentik.Abstrak
Pembelajaran merupakan proses pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan pengetahuan, tetapi juga bertanggung jawab terhadap pembentukan karakter peserta didik. Dalam praktik pendidikan, pembelajaran masih sering menempatkan penyampaian materi, penyelesaian kurikulum, dan pencapaian nilai akademik sebagai indikator utama keberhasilan. Orientasi tersebut berpotensi menimbulkan kesenjangan antara pengetahuan yang dimiliki peserta didik dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Artikel ini bertujuan menganalisis kebutuhan rekonstruksi desain pembelajaran dari paradigma transfer pengetahuan menuju pembelajaran yang mengintegrasikan pembentukan karakter secara sistematis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kepustakaan. Sumber kajian meliputi literatur tentang desain pembelajaran, pendidikan karakter, pembelajaran konstruktivistik, pembelajaran berbasis pengalaman, dan asesmen autentik. Analisis dilakukan melalui identifikasi gagasan utama, pengelompokan tema, perbandingan konseptual, dan sintesis literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa pembentukan karakter perlu diintegrasikan ke dalam lima komponen utama desain pembelajaran, yaitu perumusan tujuan, pemilihan pengalaman belajar, penguatan peran guru sebagai teladan dan fasilitator, penciptaan budaya kelas yang positif, serta pelaksanaan asesmen yang berorientasi pada perkembangan peserta didik. Pembelajaran berbasis masalah, proyek, diskusi reflektif, dan kolaborasi dapat memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan tanggung jawab, kejujuran, kemandirian, kepedulian, dan penghargaan terhadap perbedaan. Artikel ini menyimpulkan bahwa rekonstruksi desain pembelajaran memerlukan perubahan mendasar pada cara merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Pengetahuan tidak ditinggalkan, tetapi dihubungkan dengan nilai, pengalaman, dan tindakan nyata
Referensi
Ariyanti, C., Fatirul, A. N., & Atiqoh. (2022). Pengembangan desain blended learning berbasis Google Classroom untuk pendidikan karakter. Jurnal Teknologi Pendidikan: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Pembelajaran, 7(2), 269–282. https://doi.org/10.33394/jtp.v7i2.5398
Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice Hall.
Bruner, J. S. (1960). The process of education. Harvard University Press.
Dewey, J. (1938). Experience and education. Macmillan.
Idris, M. (2018). Pendidikan karakter: Perspektif Islam dan Thomas Lickona. Ta’dibi: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam, 7(1), 77–102. https://e-jurnal.stail.ac.id/index.php/tadibi/article/view/41
Kementerian Pendidikan Nasional. (2010). Pengembangan pendidikan budaya dan karakter bangsa. Badan Penelitian dan Pengembangan Pusat Kurikulum.
Kolb, D. A. (1984). Experiential learning: Experience as the source of learning and development. Prentice Hall.
Kurniawan, S., & Fitriyani, F. N. (2023). Thomas Lickona's idea on character education which builds multicultural awareness: Its relevance for school/madrasah in Indonesia. Al-Tadzkiyyah: Jurnal Pendidikan Islam, 14(1). https://doi.org/10.24042/atjpi.v14i1.15820
Lickona, T. (1991). Educating for character: How our schools can teach respect and responsibility. Bantam Books.
Riwanti, R., & Hidayati, A. (2019). Pengembangan modul pembelajaran tematik berbasis pendidikan karakter di kelas V sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 3(2), 572–581.
Ryan, K., & Bohlin, K. E. (1999). Building character in schools: Practical ways to bring moral instruction to life. Jossey-Bass.
Santika, I. W. E. (2020). Pendidikan karakter pada pembelajaran daring. Indonesian Values and Character Education Journal, 3(1), 8–19.
Schön, D. A. (1983). The reflective practitioner: How professionals think in action. Basic Books.
Slavin, R. E. (2018). Educational psychology: Theory and practice (12th ed.). Pearson.
Vygotsky, L. S. (1978). Mind in society: The development of higher psychological processes. Harvard University Press.
Wiggins, G., & McTighe, J. (2005). Understanding by design (2nd ed.). ASCD.
Wulandari, Y., & Kristiawan, M. (2017). Strategi sekolah dalam penguatan pendidikan karakter bagi siswa dengan memaksimalkan peran orang tua. JMKSP (Jurnal Manajemen, Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan), 2(2), 290–302.
Yanuardianto, E. (2021). Konsepsi pendidikan karakter anak perspektif Thomas Lickona (studi kritis dalam menjawab problem moral di Indonesia). FAJAR Jurnal Pendidikan Islam, 1(1), 63–80. https://doi.org/10.56013/fj.v1i1.1100
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Amalia Syafitri, Gusmaneli

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.











