Fungsi Hadits sebagai Bayan terhadap Al-Qur'an: Kajian Tipologi dan Implikasinya dalam Istinbath Hukum

Penulis

  • Hawwa Asy-Syifa Institut Agama Islam Pemalang

DOI:

https://doi.org/10.0111/afkar.v2i2.217

Kata Kunci:

Bayan, Hadits, Al-Qur'an, Tipologi, Istinbath Hukum

Abstrak

Al-Qur'an sebagai sumber hukum utama dalam Islam tidak selalu hadir dalam bentuk yang terperinci dan operasional. Hadits Nabi ﷺ. hadir sebagai sumber kedua yang berfungsi menjelaskan, memperinci, dan melengkapi kandungan Al-Qur'an. Fungsi penjelasan inilah yang dalam tradisi ushul fiqh dikenal dengan istilah bayan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tipologi fungsi hadits sebagai bayan terhadap Al-Qur'an serta implikasinya dalam proses istinbath hukum Islam. Metode yang digunakan adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis, yaitu mengkaji dan menganalisis sumber-sumber primer berupa kitab-kitab ushul fiqh dan ulumul hadits klasik maupun kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi bayan hadits terhadap Al-Qur'an terbagi dalam empat tipologi utama: bayan taqrir (penguatan), bayan tafsir (penjelasan dan perincian), bayan tasyri' (penetapan hukum mandiri), dan bayan nasakh (penghapusan hukum). Masing-masing tipologi memiliki karakteristik dan contoh penerapan yang berbeda dalam istinbath hukum. Pemahaman yang tepat atas tipologi ini memiliki implikasi signifikan bagi para mujtahid dalam menetapkan hukum Islam secara benar dan proporsional, termasuk dalam menjawab persoalan-persoalan hukum kontemporer.

Referensi

Daftar Rujukan

Al-Amidi, A. ibn M. (2004). Al-Ihkam fi ushul al-ahkam (Vol. 3). Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah.

Al-Ghazali, A. H. (1993). Al-Mustashfa min 'ilm al-ushul (Vol. 1). Dar al-Kutub al-'Ilmiyyah.

Al-Shabuni, M. A. (1980). Rawai' al-bayan tafsir ayat al-ahkam (Vol. 2). Maktabah al-Ghazali.

Al-Syafi'i, M. ibn I. (1940). Al-Risalah (A. M. Syakir, Ed.). Maktabah al-Halabi.

Al-Syaukani, M. ibn 'A. (1992). Irsyad al-fuhul ila tahqiq al-haqq min 'ilm al-ushul. Dar al-Fikr.

Al-Zuhayli, W. (1986). Ushul al-fiqh al-Islami (Vol. 1). Dar al-Fikr.

Asa'ari, A., Zufriani, Z., Arzam, A., & Witro, D. (2021). Urgensi pemahaman terhadap maqashid al-syari'ah dan perubahan sosial dalam istinbath al-ahkam. De Jure: Jurnal Hukum dan Syar'iah, 13(2). https://doi.org/10.18860/j-fsh.v13i2.13818

Azizah, N., Simanjuntak, S. K., & Wahyuni, S. (2023). Fungsi hadis terhadap Al-Qur'an. Jurnal Dirosah Islamiyah, 5(2). https://doi.org/10.47467/jdi.v5i2.3194

Firdaus, F. (2026). Digital minimalism dan zuhud: Analisis komparatif perspektif maqasid syariah di era digital. Al-Afkar: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam, 2(2), 349–362. https://doi.org/10.0111/afkar.v2i2.216

Ibn Manzur. (1994). Lisan al-'Arab (Vol. 13). Dar Sadir.

Khallaf, A. W. (1978). 'Ilm ushul al-fiqh. Dar al-Qalam.

Krippendorff, K. (2018). Content analysis: An introduction to its methodology (4th ed.). SAGE Publications. https://doi.org/10.4135/9781071878781

Saparullah, A. (2021). Urgensi kedudukan Hadist terhadap Al-Qur'an: Bayan al-ta'kid, bayan al-tafsir, dan bayan al-tasyri. Jurnal Tana Mana, 2(1). https://doi.org/10.33648/jtm.v2i1.152

Wahyuningrum, Y. P. (2024). Telaah metodologi istinbath dan corak hukum Islam pada lembaga-lembaga fatwa di Indonesia. Jurnal Kajian Hukum dan Kebijakan Publik, 2(1). https://doi.org/10.62379/grf89e19

Zed, M. (2004). Metode penelitian kepustakaan. Yayasan Obor Indonesia.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-25

Cara Mengutip

Hawwa Asy-Syifa. (2026). Fungsi Hadits sebagai Bayan terhadap Al-Qur’an: Kajian Tipologi dan Implikasinya dalam Istinbath Hukum. Al-Afkar: Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Islam, 2(2), 388–397. https://doi.org/10.0111/afkar.v2i2.217

Artikel Serupa

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.