QURBAN NABI SAW PERPEKTIF HADITS

Penulis

  • Mhd Iqbal Ar-Rusydy Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Indonesia
  • Ilham Mustafa Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.0111/afkar.v1i2.72

Abstrak

Penelitian ini difokuskan kepada hadits Nabi Saw tentang qurban. Qurban adalah suatu ibadah yang dikerjakan pada hari raya Idul Adha yang ditandai dengan penyembelihan hewan qurban sebagai bentuk mendekatkan diri kepada Allah Swt yang dilaksanakan pada tanggal 10 hingga 13 Dhulhijjah. Namun praktek qurban yang tersebar di beberapa kalangan masyarakat, ada yang berqurban hanya sekali seumur hidup, ada yang berqurban dengan cara menyentrum hewan qurban terlebih dahulu. Dengan demikian muncul pertanyaan, bagaimana qurban yang dilakukan oleh Nabi Saw. Penelitian ini tergolong penelitian kualitatif yang bersifat kepustakaan (Library Research), dengan menggunakan metode maudhu’I yaitu dengan mngumpulkan hadits-hadits berdasarkan tema yang ditentukan. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa hadits tentang qurban Nabi Saw rata-rata diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim yang kualitas nya terjamin, dan dari berbagai hadits tersebut dikelompokkan kepada beberapa tema, yaitu waktu qurban yang praktekkan Nabi adalah ketika selesai melaksanakan shalat ‘Id atau telah selesai melempar jumrah, kemudian hewan qurban Nabi terdiri dari hewan ternak yaitu kambing, unta dan sapi, lalu cara qurban yang Nabi contohkan yaitu dengan mengasah pisau dan merebahkan hewan pada sisi sebelah kiri, dan cara pengelolaan qurban Nabi tidak selalu beliau lakukan sendiri dan pernah diwakilkan kepada Ali bin Abi Thalib.

Referensi

Al-Bujairimi, S. (1926). Hasyiyah al-Bujairimy ‘ala Syar Minhajut Thulab. Mesir: Mustafa al-Baabi al-Halaby.

Al-Bukhari, M. I. (2002). Shahih Bukhari. Damaskus: Darr Ibnu Katsir.

Al-Hanafi, M. A. (2002). Ad-Durul Mukhtar. Beirut: Darrul Kutub al-Alamiyah.

Al-Qazwiny, M. Y. (n.d.). Sunan Ibnu Majah. Kairo: Darr Ihya’ al-Kutub al-‘Arabiyah.

Al-Qusyairi, M. H. (2000). Shahih Muslim. Riyadh: Darus Salam.

Al-‘Utsaimin, M. S. (2016). Syarah Shahih Bukhari (Abu Ihsan al-Atsari, Trans.). Jakarta: Darus Sunnah Press.

Amir, M. A. (2005). ‘Aunul Ma’bud. Beirut: Darr Ibnu Hazm.

Ansori, A. M., & Isma’il, S. (1998). Kurban dan hikmahnya menurut ajaran Islam. Surabaya: Al-Miftah.

Arifin, Z., & Umar, M. (2020). Islam rahmatan lil ‘alamin: Mengenalkan kelembutan dan kasih sayang Islam kepada generasi milenial. Yogyakarta: Omah Ilmu.

As-Sijistany, S. A. (2009). Sunan Abu Daud. Damaskus: Darr ar-Risalah al-‘Alamiah.

Ash-Shiddiqy, H. (1950). Tuntunan qurban. Jakarta: Bulan Bintang.

Asy-Syirbini, M. A. (1997). Mughni al-Muhtaj. Beirut: Darr al-Ma’rifah.

Az-Zuhaily, W. (2011). Fiqh Islam wa adillatuhu (A. H. al-Kattani et al., Trans.). Jakarta: Darul Fikri.

Hibban, M. (2012). Shahih Ibnu Hibban: At-taqasim wa al-anwaa’. Beirut: Darr Ibnu Hazm.

Husain, S. A., & Mustaqim, A. (2001). Asbabul wurud: Studi kritis hadits Nabi pendekatan sosio-historis kontekstual. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Maulana, E. L. (2017). Makna qurban dalam perspektif hadits (Skripsi, UIN Raden Intan, Lampung).

Munandar, M. A. (2019). Tinjauan hukum Islam terhadap iuran hewan qurban Idul Adha di sekolah (Skripsi, UIN Raden Intan, Lampung).

Nawawi, I. (2016). Al-Minhaj syarah Shahih Muslim bin Hajjaj (A. Ma’mun et al., Trans.). Jakarta: Darus Sunnah Press.

Rifai, M. (1978). Fiqih Islam lengkap. Semarang: Toha Putra.

Sabiq, S. (1993). Fiqh Sunnah. Bandung: Al-Ma’arif.

Yunus, M. (1989). Kamus Arab-Indonesia. Jakarta: PT Hidaka Agung.

Diterbitkan

2025-09-08

Cara Mengutip

Mhd Iqbal Ar-Rusydy, & Ilham Mustafa. (2025). QURBAN NABI SAW PERPEKTIF HADITS . Al-Afkar: Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Islam, 1(2), 100–121. https://doi.org/10.0111/afkar.v1i2.72