Penerapan Konseling Lintas Budaya Dengan Pendekatan Rebt dalam Mengatasi Krisis Identitas Budaya Pada Mahasiswi Etnis Campuran Minang-Jawa

Penulis

  • Fedri Yani Wulandari Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Indonesia
  • Fadhilla Yusri Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.0111/afkar.v2i1.163

Kata Kunci:

Konseling Lintas Budaya, REBT, Krisis Identitas Budaya, Budaya Minangkabau, Budaya Jawa.

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Konselingng lintas budaya dengan pendekatan Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dalam membantu Konseling yang mengalami krisis identitas budaya akibat konflik sistem kekerabatan dan penolakan sosial dari keluarga besar. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus terhadap seorang mahasiswi berusia 23 tahun berlatar belakang etnis campuran Minangkabau dan Jawa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara Konselingng, observasi perilaku, dan analisis dinamika psikologis Konseling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Konseling mengalami tekanan emosional berupa rasa minder, kecemasan sosial, overthinking, penarikan diri, dan perilaku nonverbal menunduk akibat pengalaman penolakan terselubung dari keluarga besar pihak ayah. Pendekatan REBT digunakan untuk membantu Konseling mengidentifikasi dan mengubah keyakinan irasional yang berkembang akibat konflik budaya tersebut. Teknik yang digunakan meliputi disputing irrational beliefs, cognitive reframing, validasi emosi, self acceptance, dan latihan asertif. Hasil intervensi menunjukkan adanya perubahan positif berupa meningkatnya penerimaan diri, berkurangnya kecemasan sosial, serta meningkatnya keberanian Konseling dalam berinteraksi dengan keluarga besar. Penelitian ini menunjukkan bahwa Konselingng lintas budaya sangat penting diterapkan dalam masyarakat multikultural Indonesia agar konselor mampu memberikan layanan yang sensitif terhadap nilai budaya Konseling.

Referensi

Albert Ellis., & Dryden, W. (2007). The practice of rational emotive behavior therapy. Springer Publishing Company.

Albert Ellis., & Dryden, W. (2017). The practice of rational emotive behavior therapy (2nd ed.). Springer Publishing Company.

Arikunto, S. (2019). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.

Dayakisni, T., & Yuniardi, S. (2012). Psikologi lintas budaya. UMM Press.

Gerald Corey. (2017). Theory and practice of counseling and psychotherapy. Cengage Learning.

Koentjaraningrat. (2015). Pengantar ilmu antropologi. Rineka Cipta.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi penelitian kualitatif. Remaja Rosdakarya.

Prayitno, & Amti, E. (2015). Dasar-dasar bimbingan dan konseling. Rineka Cipta.

Sue, D. W., & Sue, D. (2016). Counseling the culturally diverse: Theory and practice (7th ed.). John Wiley & Sons.

Sugiyono. (2020). Metode penelitian kualitatif. Alfabeta.

Supriadi, D. (2001). Konseling lintas budaya: Isu dan strategi. PT Remaja Rosdakarya.

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). Sage Publications.

Yusri, F. (2016). Konseling lintas budaya. Kencana.

Unduhan

Diterbitkan

2026-01-31

Cara Mengutip

Fedri Yani Wulandari, & Fadhilla Yusri. (2026). Penerapan Konseling Lintas Budaya Dengan Pendekatan Rebt dalam Mengatasi Krisis Identitas Budaya Pada Mahasiswi Etnis Campuran Minang-Jawa. Al-Afkar: Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Islam, 2(1), 73–83. https://doi.org/10.0111/afkar.v2i1.163