Analisis Ketepatan Penyimpanan Obat, Bahan Medis Habis Pakai, dan Vaksin di 5 Puskesmas Pada Kecamatan Bengkalis dan Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis

Penulis

  • Heriyani Martanely Putri Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi, Indonesia
  • Khairil Armal Rumah Sakit Otak DR. Drs. M. Hatta Bukittinggi, Indonesia
  • Ariesta Kirana Efmisa Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.1111/alsyifa.v1i1.152

Kata Kunci:

Penyimpanan obat, BMHP, Vaksin, Puskesmas, Mixed methods

Abstrak

Ketepatan penyimpanan obat, bahan medis habis pakai (BMHP), dan vaksin merupakan faktor penting dalam menjamin mutu pelayanan kefarmasian dan keselamatan pasien di Puskesmas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kesesuaian penyimpanan obat, BMHP, dan vaksin serta faktor-faktor yang memengaruhinya di 5 Puskesmas pada Kecamatan Bengkalis dan Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis. Penelitian menggunakan desain mixed methods dengan pendekatan explanatory sequential. Pendekatan kuantitatif dilakukan melalui observasi menggunakan daftar tilik, sedangkan pendekatan kualitatif melalui wawancara terstruktur terhadap apoteker, tenaga vokasi farmasi, dan penanggung jawab program imunisasi. Analisis dilakukan secara deskriptif untuk menggambarkan tingkat kesesuaian dan diintegrasikan dengan hasil tematik kualitatif. Hasil observasi menunjukkan bahwa penyimpanan vaksin memiliki tingkat kesesuaian tertinggi (95,7–100%), diikuti penyimpanan obat dengan kategori baik (73,3–100%), sementara penyimpanan BMHP menunjukkan tingkat kesesuaian paling rendah (60–100%). Hasil wawancara mengungkapkan bahwa ketepatan penyimpanan dipengaruhi oleh ketersediaan sarana dan prasarana, pemahaman petugas, penerapan SOP, serta intensitas supervisi. Fokus pembinaan yang lebih kuat pada program imunisasi berkontribusi terhadap tingginya kepatuhan penyimpanan vaksin dibandingkan obat dan BMHP.

Referensi

BPOM. (2020). Peraturan BPOM Nomor 6 Tahun 2020 Tentang Cara Distribusi Obat yang Baik. BPOM RI, 11.

Direktorat Pengelolaan Imunisasi. (2022). Pedoman Pengelolaan Cold Chain Petugas Imunisasi. In Sustainability (Switzerland) (Vol. 11, Issue 1).

Elisma, & Mbunga, D. (2022). Sistem Penyimpanan Obat dan Bahan Habis Pakai (BMHP) di Puskesmas Alak Kota Kupang. Jurnal Farmasi Koe, 5(2), 8–12. http://jurnal.poltekeskupang.ac.id/index.php/koe

Ervianingsih, Razak, A., & Anastasia, D. (2021). Analisis Penyimpanan Obat di Puskesmas Wara Kota Palopo. Jurnal Fenomena Kesehatan, 4(1).

Fitri Andriani, & Mardhiyani, D. (2025). Evaluasi Penyimpanan Obat di Gudang Puskesmas Rawat Inap Kota Pekanbaru. Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, Dan Klinis Komunitas, 3(1), 34–40. https://doi.org/10.33479/jfmc.v3i1.60

Ginting, R., Simanjuntak, M., Riani, L., & Ginting, B. (2024). Evaluasi Manajemen Logistik Obat di Instalasi Farmasi Evaluation Of Medicine Logistics Management In Pharmacy Installations. Jurnal Kesmas Dan Gizi (Jkg), 7(c), 80–86.

Hikmarida, F. (2014). Keeratan Penyimpanan dan Pencatatan Dengan Kualitas Rantai Dingin Vaksin DPT di Puskesmas Relationship Between Storage and Recording with Quality of DPT Vaccine Cold Chain in Puskesmas. Jurnal Berkala Epidemiologi, 2 No. 3, 380–391.

Kemenkes RI, 2020. (2020). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2020 tentang. Perubahan Atas Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 74 Tahun 2016 Tentang Standar Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas, 879, 2004–2006.

Kemenkes RI. (2004). Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 128/MENKES/SK/II/2004. Kebijakan Dasar Pusat Kesehatan Masyarakat. In Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes RI. (2016). Permenkes no 74 tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di puskesmas. Kementrian Kesehatan RI.

Kemenkes RI. (2017). Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Imunisasi. Ekp, 13(3).

Kemenkes RI. (2019). Buku Petunjuk Teknis Standar Pelayanan Kefarmasian Di Puskesmas. Technical Guidelines for Pharmaceutical Service Standards in Community Health Centres.

Kemenkes RI. (2021a). Kemenkes RI (2021) Pedoman Pengelolaan Vaksin Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. 1st edn. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. In Kemenkes RI (2021) Pedoman Pengelolaan Vaksin Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. 1st edn. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kemenkes RI. (2021b). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/4638/2021 Tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Vaksinasi Dalam Rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19). Jurnalrespirologi.Org, 2019(2).

Supapaan, T. S., Songmuang, A., Napaporn, J., Sangsukwow, P., Boonrod, P., Intarapongsakul, P., Jaturapattarawong, A., & Pitchayajittipong, C. (2024). Look-alike/sound-alike medication errors: An in-depth examination through a hospital case study. Pharmacy Practice, 22(2). https://doi.org/10.18549/PharmPract.2024.2.2959

Undang-Undang RI, Undang-Undang 1 (2023).

World Health Organization. (2021). COVID-19 vaccination : supply and logistics guidance. 62. https://apps.who.int/iris/handle/10665/339561

World Health Organizaton. (2020). Annex 7 Good storage and distribution practices for medical. WHO Technical Report Series, 158–188.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-22

Cara Mengutip

Heriyani Martanely Putri, Khairil Armal, & Ariesta Kirana Efmisa. (2026). Analisis Ketepatan Penyimpanan Obat, Bahan Medis Habis Pakai, dan Vaksin di 5 Puskesmas Pada Kecamatan Bengkalis dan Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis. Al-Syifa: Journal of Medical and Public Health Sciences, 1(1), 138–144. https://doi.org/10.1111/alsyifa.v1i1.152

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >> 

Artikel Serupa

<< < 1 2 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.