Hubungan Tingkat Pengetahuan Dengan Kepatuhan Pengobatan dalam Menghadapi Efek Samping Obat TB Dewasa di Puskesmas Pegang Baru
DOI:
https://doi.org/10.1111/alsyifa.v1i1.140Kata Kunci:
Tuberkulosis, Pengetahuan, Kepatuhan, Efek Samping, Obat TBAbstrak
Tuberkulosis (TB) adalah penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium Tuberculosis. Pengobatan TB memerlukan kepatuhan yang tinggi dari pasien dalam mengonsumsi obat secara teratur dan sesuai anjuran. Namun, efek samping obat TB sering kali menjadi penghambat utama dalam keberhasilan terapi, terutama jika pasien memiliki pengetahuan yang kurang dan kepatuhan yang rendah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan dan kepatuhan pasien TB dalam penggunaan obat TB, untuk mengetahui tingkat pengetahuan pasien TB mengenai efek samping obat TB dan menganalisis hubungan antara pengetahuan dan kepatuhan pasien terhadap efek samping obat TB Paru. Penelitian ini menggunakan desain penelitian observasional analitik dengan metode prospektif. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dimana jumlah penderita TB sebanyak 25 orang. Data dikumpulkan melalui kuesioner, instrumen yang digunakan untuk pengetahuan dan efek samping obat adalah kuisioner yang telah digunakan sebelumnya dan kuisioner kepatuhan minum obat menggunakan kuisioner MMAS, kemudian data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square dan uji Fisher. Sebagian besar responden dengan tingkat pengetahuan yang rendah dan tingkat kepatuhan yang rendah mengalami efek samping obat TB yang berat sebanyak 44%, dan dari hasil analisis didapatkan nilai P-value = 0,001 (<0,05). Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara pengetahuan dan kepatuhan terhadap efek samping obat TB. Faktor-faktor yang mempengaruhi pengetahuan dan kepatuhan pasien TB dalam menjalani pengobatan diantaranya usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan dan efek samping obat TB.
Referensi
Abbas, A. (2017). Monitoring efek samping obat anti-tuberkulosis (OAT) pada pengobatan tahap intensif penderita TB paru di Kota Makassar. Jurnal Agromedicine and Medical Sciences, 3(1), 19–24.
Aini, N., Ramadiani, R., & Hatta, H. R. (2017). Sistem pakar pendiagnosa penyakit tuberkulosis. Jurnal Ilmiah Ilmu Komputer, 12(1), 56. https://doi.org/10.30872/jim.v12i1.224
Christy, B. A., Susanti, R., & Nurmainah, N. (2022). Hubungan tingkat kepatuhan minum obat pasien tuberkulosis terhadap efek samping obat anti tuberkulosis (OAT). Jurnal Syifa Science Clinical Research, 4(1), 484–493. https://doi.org/10.37311/jsscr.v4i2.14830
Departemen Kesehatan Republik Indonesia. (2005). Pharmaceutical care untuk penyakit tuberkulosis. Pharm World Science, 18(6), 233–235. https://doi.org/10.1037/0033-3204.30.3.524
Fadhila, A., & Gustin, R. K. (2019). Kepatuhan penderita tuberkulosis paru dalam menjalani pengobatan. Jurnal Kesehatan, 10, 47–52. http://ejurnal.stikesprimanusantara.ac.id/
Ghozali, M. T., & Murani, C. T. (2023). Relationship between knowledge and medication adherence among patients with tuberculosis: A cross-sectional survey. Bali Medical Journal, 12(1), 158–163. https://doi.org/10.15562/bmj.v12i1.3826
Hasanah, W. M. (2024). Hubungan efek samping obat anti tuberkulosis (OAT) dengan kepatuhan meminum obat pada pasien tuberkulosis resisten obat. Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Herawati, E., & Purwanti, O. S. (2018). Hubungan antara pengetahuan dengan efikasi diri penderita tuberkulosis paru. Jurnal Berita Ilmu Keperawatan, 11(1), 1–9. https://doi.org/10.23917/bik.v11i1.10585
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/755/2019.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Laporan hasil studi inventori tuberkulosis Indonesia. Kemenkes RI.
Kurniasih, N., Muthoharoh, N., Harun, N., Ramdan, S. R. K., & Indriastuti, M. (2022). Hubungan pengetahuan dan efek samping obat terhadap kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis di Puskesmas Sukaratu Tasikmalaya. Medical Sains: Jurnal Ilmiah Kefarmasian, 7(2), 203–212. https://doi.org/10.37874/ms.v7i2.301
Ningrum, T. K., & Rahmi, M. (2020). Deskripsi efek samping obat anti TB pada pasien TB yang sedang menjalani pengobatan TB di Puskesmas Harapan Raya Pekanbaru. Jurnal Keperawatan Abdurrab, 4(1), 60–65. https://doi.org/10.36341/jka.v4i1.1298
Pratiwi, I. A. (2021). Hubungan efek samping obat anti tuberkulosis (OAT) terhadap kepatuhan pengobatan pasien TB paru di Puskesmas Baja Kota.
Ruben, S. D., Tondok, S. B., & Suprayitno, G. (2023). Korelasi efek samping obat anti tuberkulosis dengan kepatuhan pengobatan pasien TB paru. Journal of Pharmaceutical and Health Research, 4(3), 413–420. https://doi.org/10.47065/jharma.v4i3.3670
Ula, D. (2022). Gambaran pengetahuan pasien tuberkulosis paru tentang efek samping obat anti tuberkulosis di RSUD Ibnu Sina Gresik.
Widianingrum, T. R. (2017). Hubungan pengetahuan dan motivasi dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis pada pasien TB. Universitas Airlangga. http://repository.unair.ac.id/id/eprint/77638
Wiratmo, P. A., Setyaningsih, W., & Fitriani. (2021). Riwayat pengobatan, efek samping obat dan penyakit penyerta pasien tuberkulosis paru terhadap tingkat kepatuhan berobat. CoMPHI Journal: Community Medicine and Public Health of Indonesia, 2(1), 30–36. https://doi.org/10.37148/comphijournal.v2i1.46
World Health Organization. (2016). Global tuberculosis report 2016. European Respiratory Journal, 44(1), 23–63.
World Health Organization. (2020). Tuberculosis report.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Fera Desi Nila Sari

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.











