Analisis Kepatuhan Penggunaan Obat Anti Tuberkolosis Terhadap Luaran Klinis di Poli TB Dots (Directly Observed Treatment Shortcourse) RSUD KECAMATAN MANDAU TAHUN 2025

Penulis

  • Lita Linofa Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi, Indonesia
  • Ariesta Kirana Efmisa Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi, Indonesia
  • Tika Afriani Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.1111/alsyifa.v1i1.124

Abstrak

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia. Keberhasilan terapi TB sangat dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan pasien dalam mengonsumsi Obat Anti Tuberkulosis (OAT). Ketidakpatuhan pasien dapat menyebabkan kegagalan pengobatan, resistensi obat, serta meningkatkan angka morbiditas dan mortalitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan kepatuhan penggunaan OAT terhadap luaran klinis pada pasien TB paru di Poli TB DOTS RSUD Kecamatan Mandau Tahun 2025. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh pasien TB paru di Poli TB DOTS RSUD Kecamatan Mandau sebanyak 150 pasien dengan jumlah sampel 110 responden yang diperoleh menggunakan rumus Slovin dan teknik purposive sampling. Tingkat kepatuhan pasien diukur menggunakan kuesioner Morisky Medication Adherence Scale (MMAS-8), sedangkan luaran klinis dinilai berdasarkan hasil pemeriksaan sputum BTA pada rekam medis pasien. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia >45 tahun sebanyak 62 orang (56,4%), berjenis kelamin laki-laki sebanyak 92 orang (83,6%), dan berpendidikan SMA sebanyak 78 orang (70,9%). Tingkat kepatuhan penggunaan OAT didominasi kategori sedang sebanyak 84 responden (76,4%), sedangkan luaran klinis negatif ditemukan pada 87 responden (79,1%). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kepatuhan penggunaan OAT dengan luaran klinis pasien TB paru (p = 0,000; p < 0,05).

Kata kunci: Tuberkulosis, kepatuhan minum obat, OAT, luaran klinis.

 

Referensi

Ajzen, I. (1991). The theory of planned behavior. Organizational Behavior and Human Decision Processes, 50(2), 179–211. https://doi.org/10.1016/0749-5978(91)90020-T

Bahar, A. (2003). Tuberkulosis paru. FKUI.

Centers for Disease Control and Prevention. (2022). Tuberculosis (TB). https://www.cdc.gov/tb

Departemen Kesehatan RI. (2008). Pedoman nasional penanggulangan tuberkulosis. Depkes RI.

Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit. (2022). Pedoman nasional penanggulangan tuberkulosis. Kementerian Kesehatan RI.

Donabedian, A. (1988). The quality of care: How can it be assessed? JAMA, 260(12), 1743–1748. https://doi.org/10.1001/jama.1988.03410120089033

Hinkle, J. L., & Cheever, K. H. (2014). Brunner & Suddarth's textbook of medical-surgical nursing (13th ed.). Wolters Kluwer.

Indriani, D., et al. (2020). Faktor yang mempengaruhi kepatuhan pasien TB paru dalam pengobatan. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 15(2), 85–92.

Karuniawati, H., et al. (2019). Efektivitas edukasi terhadap kepatuhan pasien tuberkulosis. Jurnal Farmasi Klinik, 8(1), 12–18.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Pedoman pengendalian tuberkulosis. Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Profil kesehatan Indonesia. Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Profil kesehatan Indonesia tahun 2022. Kemenkes RI.

Laili, N., et al. (2023). Hubungan kepatuhan minum obat dengan keberhasilan terapi TB resisten obat. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 12(1), 45–52.

Lestari, D., et al. (2020). Dampak ketidakpatuhan pengobatan TB terhadap resistensi obat. Jurnal Kesehatan, 11(1), 25–32.

Lolong, D. B., et al. (2023). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pengobatan TB di Indonesia. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 18(2), 123–130.

Maifitrianti, R., et al. (2022). Hubungan pengetahuan dengan kepatuhan pasien TB paru. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 13(2), 101–108.

Meiyanti, M., et al. (2024). Faktor klinis yang mempengaruhi keberhasilan terapi TB. Jurnal Kedokteran, 5(1), 15–22.

Morisky, D. E., Ang, A., Krousel-Wood, M., & Ward, H. J. (2008). Predictive validity of a medication adherence measure. Journal of Clinical Hypertension, 10(5), 348–354. https://doi.org/10.1111/j.1751-7176.2008.07572.x

Nasution, A., et al. (2021). Evaluasi luaran klinis pasien TB paru berdasarkan hasil sputum. Jurnal Respirasi, 7(2), 67–73.

Niven, N. (2008). Psikologi kesehatan: Pengantar untuk perawat dan tenaga kesehatan. EGC.

Notoatmodjo, S. (2014). Ilmu perilaku kesehatan. Rineka Cipta.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 67 Tahun 2016 tentang Penanggulangan Tuberkulosis.

Putri, A., et al. (2021). Faktor sosial yang mempengaruhi kepatuhan pengobatan TB. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 16(1), 44–50.

Rosenstock, I. M. (1974). Historical origins of the Health Belief Model. Health Education Monographs, 2(4), 328–335. https://doi.org/10.1177/109019817400200403

Sofianan, R., et al. (2022). Pengaruh pengetahuan dan sikap terhadap kepatuhan pasien TB paru. Jurnal Ilmiah Kesehatan, 14(2), 89–96.

World Health Organization. (2022). Global tuberculosis report 2022. WHO.

World Health Organization. (2023). Global tuberculosis report 2023. WHO.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-22

Cara Mengutip

Linofa, L., Ariesta Kirana Efmisa, & Tika Afriani. (2026). Analisis Kepatuhan Penggunaan Obat Anti Tuberkolosis Terhadap Luaran Klinis di Poli TB Dots (Directly Observed Treatment Shortcourse) RSUD KECAMATAN MANDAU TAHUN 2025. Al-Syifa: Journal of Medical and Public Health Sciences, 1(1), 98–104. https://doi.org/10.1111/alsyifa.v1i1.124

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >>