Evaluasi Pelaksanaan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) dari UPTD Instalasi Farmasi dan Logistik Dinas Kesehatan ke UPT Puskesmas Kabupaten Bengkalis Tahun 2024

Penulis

  • Donna Ilza Ilhami Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi, Indonesia
  • Miftahul Jannah Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi, Indonesia
  • Khairil Armal Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.1111/alsyifa.v1i1.134

Kata Kunci:

CDOB, Distribusi Obat, Puskesmas, Manajemen Mutu, Farmasi

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) pada distribusi obat dari UPTD Instalasi Farmasi dan Logistik Dinas Kesehatan ke UPT Puskesmas Kabupaten Bengkalis Tahun 2024. Penelitian menggunakan metode mixed methods explanatory sequential, dengan pendekatan kuantitatif melalui observasi menggunakan checklist CDOB serta pendekatan kualitatif melalui wawancara terstruktur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan CDOB telah berjalan, namun belum optimal dan belum merata pada seluruh aspek. Aspek sumber daya manusia, fasilitas, dan penanganan produk bermasalah tergolong baik, sedangkan aspek sistem manajemen mutu, dokumentasi, dan transportasi masih menjadi kelemahan utama. Kendala utama meliputi keterbatasan sarana prasarana, SDM, anggaran, serta belum optimalnya penerapan SOP. Faktor pendukung meliputi koordinasi yang baik dan komitmen petugas. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan CDOB di Kabupaten Bengkalis telah berjalan cukup baik, namun memerlukan penguatan sistem manajemen mutu, dokumentasi, serta pengawasan untuk menjamin mutu obat secara berkelanjutan.

Referensi

Aronson, J. K. (2009). Medication errors: Definitions and classification. British Journal of Clinical Pharmacology, 67(6), 599–604. https://doi.org/10.1111/j.1365-2125.2009.03415.x

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2019). Pedoman cara distribusi obat yang baik (CDOB). BPOM RI.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2020a). Peraturan Badan POM Nomor 6 Tahun 2020 tentang perubahan atas Peraturan Badan POM Nomor 9 Tahun 2019 tentang pedoman teknis cara distribusi obat yang baik. BPOM RI.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia. (2020b). Pedoman teknis cara distribusi obat yang baik (CDOB) (Edisi 2020). BPOM RI.

Creswell, J. W. (2014). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (4th ed.). SAGE Publications.

Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis. (2023). Profil kesehatan Kabupaten Bengkalis tahun 2023. Dinas Kesehatan Bengkalis.

Fithriyani, R. (2022). Tantangan implementasi CDOB di fasilitas distribusi pemerintah daerah. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 11(2), 145–153.

Handayani, T., Putri, A., & Sari, N. (2021). Kompetensi SDM dalam penerapan cara distribusi obat yang baik (CDOB). Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 10(1), 22–30.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 74 Tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di puskesmas. Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2020). Standar pelayanan kefarmasian di puskesmas. Kemenkes RI.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Petunjuk teknis perencanaan kebutuhan kefarmasian dan obat. Direktorat Pengelolaan Kefarmasian.

Lestari, W., Ahmad, F., & Yusuf, R. (2021). Strategi distribusi obat di daerah kepulauan dalam mendukung CDOB. Jurnal Logistik Farmasi Indonesia, 9(3), 112–120.

Muchtar, H., & Yuniarti, E. (2019). Evaluasi sistem distribusi obat di fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama. Jurnal Farmasi Indonesia, 16(2), 85–92.

Nugraha, B., & Wibowo, A. (2020). Analisis kepatuhan penerapan CDOB pada pedagang besar farmasi. Jurnal Kefarmasian Indonesia, 10(2), 78–87.

Pratiwi, M., & Rachman, D. (2022). Pengaruh ketersediaan sarana prasarana terhadap implementasi CDOB. Jurnal Ilmiah Farmasi, 18(4), 251–259.

Priandana, M. F. S. (2023). Evaluasi penerapan CDOB obat narkotika pada satu sarana distribusi. Jurnal Farmasetika Universitas Padjadjaran.

Quick, J. D., Rankin, J. R., Laing, R. O., O’Connor, R. W., Hogerzeil, H. V., Dukes, M. N. G., & Garnett, A. (2012). Managing drug supply: The selection, procurement, distribution, and use of pharmaceuticals (3rd ed.). Kumarian Press.

Rahwana, T. (2022). Evaluasi cara distribusi obat yang baik (CDOB) di gudang farmasi ke Puskesmas Sungai Alam dan Selatbaru Kabupaten Bengkalis tahun 2022. Jurnal Orkes.

Riyanto, H., Dewi, F., & Anisa, R. (2021). Digitalisasi sistem distribusi obat untuk mendukung implementasi CDOB. Jurnal Sistem Informasi Kesehatan, 7(2), 134–142.

Setiawati, A. (2016). Farmakologi dan terapi (6th ed.). Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Siregar, C. J. P., & Amalia, L. (2018). Farmasi rumah sakit: Teori dan penerapan. Penerbit Buku Kedokteran EGC.

World Health Organization. (2010). WHO good distribution practices for pharmaceutical products. WHO Press.

World Health Organization. (2011). Technical report series: Annex 5—Good distribution practices for pharmaceutical products. WHO.

World Health Organization. (2020). WHO good distribution practices for pharmaceutical products (Annex 7, WHO Technical Report Series No. 1025). https://www.who.int/publications/i/item/9789240015293

Wulandari, S., & Pratama, R. (2024). Evaluasi pemenuhan aspek CDOB pada pedagang besar farmasi (PBF) dan PBF cabang di bawah pengawasan Balai Besar POM di Bandung periode Januari–Juli 2024. Jurnal Kefarmasian Indonesia.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-22

Cara Mengutip

Ilza Ilhami, D., Miftahul Jannah, & Khairil Armal. (2026). Evaluasi Pelaksanaan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB) dari UPTD Instalasi Farmasi dan Logistik Dinas Kesehatan ke UPT Puskesmas Kabupaten Bengkalis Tahun 2024. Al-Syifa: Journal of Medical and Public Health Sciences, 1(1), 213–221. https://doi.org/10.1111/alsyifa.v1i1.134

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >> 

Artikel Serupa

1 2 > >> 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.