Metafisika, Hakikat Wujud, dan Sumber Pengetahuan Menurut Anton Bakker

Penulis

  • Sri Astuti Eka Putri Universitas Negri Padang, Indonesia
  • Yeni Karneli Universitas Negri Padang, Indonesia
  • Puji Gusri Handayani Universitas Negri Padang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.0111/afkar.v1i3.96

Kata Kunci:

Anton Bakker, Metafisika, Wujud, Epistemologi, Pengetahuan

Abstrak

Artikel ini membahas pemikiran Anton Bakker mengenai metafisika, hakikat wujud, dan sumber pengetahuan melalui penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan. Kajian dilakukan dengan menganalisis karya-karya Bakker menggunakan pendekatan konseptual dan hermeneutis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bakker memahami realitas sebagai struktur berjenjang yang terdiri atas dimensi fisik, psikis, dan spiritual. Hakikat wujud bersifat relasional, dinamis, dan sarat nilai sehingga tidak dapat direduksi pada aspek material semata. Dalam epistemologi, Bakker menekankan integrasi tiga sumber pengetahuan empiris, rasional, dan intuitif yang bekerja secara saling melengkapi. Ia juga menolak dikotomi subjek objek dan menegaskan bahwa pengetahuan muncul dari interaksi aktif antara keduanya. Temuan ini menunjukkan bahwa pemikiran Bakker relevan bagi pengembangan filsafat ilmu karena menawarkan pendekatan yang lebih holistik, humanis, dan bernilai.

Referensi

Abdurohman, W. (2014). Epistemologi kritis Edward W. Said: Suatu tinjauan poskolonial mengenai relasi pengetahuan dan kekuasaan (Doctoral dissertation, UIN Sunan Gunung Djati Bandung).

Andrianto, T. (2016). Konsep metafisika Anton Bakker dan relevansinya terhadap pemikiran filsafat kontemporer. Jurnal Filsafat, 26(2), 221–238.

Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.

Bakker, A. (1984). Metode-metode filsafat. Kanisius.

Bakker, A. (2009). Filsafat pengetahuan. Kanisius.

Bakker, A., & Zubair, A. C. (1992). Metodologi penelitian filsafat. Kanisius.

Dewantara, A. W. (2017). Ontologi sebagai cabang filsafat: Analisis atas pemikiran Anton Bakker. Jurnal Filsafat Indonesia, 2(1), 45–57.

Djamaluddin, A. (2014). Filsafat pendidikan. Istiqra: Jurnal Pendidikan dan Pemikiran Islam, 1(2).

Hidayat, A. (2016). Metafisika substansi ilmu logika. NUANSA: Jurnal Penelitian Ilmu Sosial dan Keagamaan Islam, 13(1), 75–106. https://doi.org/10.19105/nuansa.v13i1.878

Kania, D. D. (2022). Pemikiran epistemologi. UNIDA Gontor Press.

Mulyadi, L. (2018). Hakikat wujud dalam perspektif filsafat Barat modern dan relevansinya dalam pemikiran Bakker. Jurnal Filsafat Nusantara, 4(2), 122–135.

Setyo, P. (2020). Kritik atas konsep wujud menurut Anton Bakker. Jurnal Humaniora, 12(1), 55–70.

Sholikhin, K. M. (2008). Filsafat dan metafisika dalam Islam. Penerbit Narasi.

Suriasumantri, J. S. (2013). Ilmu: Sebuah pengantar populer. Pustaka Sinar Harapan.

Yogiswari, K., & Murtiningsih, S. (2018). Tinjauan metafisika Anton Bakker dalam prinsip hidup orang Jawa Bawruh Begja. Jurnal Filsafat Indonesia, 1(3), 112–119. https://doi.org/10.23887/jfi.v1i3.16135

Diterbitkan

2025-12-06

Cara Mengutip

Sri Astuti Eka Putri, Yeni Karneli, & Puji Gusri Handayani. (2025). Metafisika, Hakikat Wujud, dan Sumber Pengetahuan Menurut Anton Bakker. Al-Afkar: Jurnal Pemikiran Dan Pendidikan Islam, 1(3), 241–249. https://doi.org/10.0111/afkar.v1i3.96

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama