Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Gastrointestinal Pada Pasien Yang Berobat di Poli Geriatri Rumah Sakit Ibnu Sina Bukittinggi Pada Tahun 2024

Penulis

  • Vera Susanti Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi, Indonesia
  • Miftahul Jannah Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi, Indonesia
  • Trizna Mulyani Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.1111/alsyifa.v1i1.151

Kata Kunci:

Geriatri, Obat Gastrointestinal, Rasionalitas Penggunaan Obat, Evaluasi Penggunaan Obat.

Abstrak

Pasien geriatri umumnya mengalami berbagai penyakit secara bersamaan sehingga memerlukan penggunaan beberapa jenis obat, termasuk obat gastrointestinal, Perubahan fisiologis akibat proses penuaan dapat memengaruhi respon tubuh terhadap obat dan meningkatkan risiko terjadinya penggunaan obat yang tidak rasional.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan serta mengevaluasi rasionalitas penggunaan obat gastrointestinal pada pasien geriatri di Poli Geriatri Rumah Sakit Ibnu Sina Bukittinggi tahun 2024.Penelitian ini merupakan penelitian non-eksperimental dengan desain cross-sectional dan bersifat deskriptif retrospektif. Data diperoleh dari rekam medis pasien geriatri yang menerima terapi obat gastrointestinal selama periode Januari–Desember 2024 dengan metode random sampling.Hasil penelitian menunjukkan pasien perempuan lebih banyak (53%) dibandingkan laki-laki (47%). Diagnosis terbanyak adalah osteoartritis (60%). Obat gastrointestinal yang paling banyak digunakan adalah lansoprazole (72%) dan yang paling sedikit Laxadine® (1%). Evaluasi rasionalitas penggunaan obat tepat indikasi 100%, dan ketepatan obat 100%, tepat dosis 93%, serta ketepatan rute pemberian 100%. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penggunaan obat gastrointestinal pada pasien geriatri sebagian besar telah rasional, namun tetap diperlukan pemantauan penggunaan obat untuk meminimalkan risiko efek samping dan interaksi obat.

Referensi

Afifah, A., & Wardani, I. Y. (2019). Stres akademik dan gejala gastrointestinal pada mahasiswa keperawatan. Jurnal Keperawatan Jiwa, 6(2), 121–127. https://doi.org/10.26714/jkj.6.2.2018.121-127

Afriyanti, A., & Adrianto, D. (2023). Evaluasi ketepatan penggunaan obat tukak lambung pada pasien penderita tukak lambung di poli BPJS Rumah Sakit X. Indonesian Journal of Health Science, 3(2a), 281. https://doi.org/10.54957/ijhs.v3i2a.478

Anggun, K., Yosela, I., & Elyani, H. (2020). Systematic literature review: Pengaruh penggunaan proton pump inhibitor (PPI) jangka panjang terhadap imunitas traktus gastrointestinal. Jurnal Kedokteran, 62(341), 1–10.

Arini, L. D. D., et al. (2025). Kajian literatur gangguan pencernaan umum. Medical Journal, 12(3). https://doi.org/10.5455/mnj.v1i2.644

Ashok, P., & Subramanian, V. T. (2017). Importance of drug utilization evaluation studies in patient health care. Indian Journal of Pharmacy Practice, 10(3), 157–159. https://doi.org/10.5530/ijopp.10.3.34

Astuti, S. D., Lubis, N. D., & Kurniasari, F. (2019). Evaluasi ketidaktepatan pemilihan obat berdasarkan kriteria STOPP pada pasien geriatri. Jurnal Farmasi Indonesia, 14(2), 182–190. https://doi.org/10.31001/jfi.v14i2.347

Diana, K., Kumala, A., Nurlin, N., & Tandah, M. R. (2020). Evaluasi penggunaan obat berdasarkan indikator peresepan. Jurnal Farmasi dan Ilmu Kefarmasian Indonesia, 86–88.

Fatimah, & Nuryaningsih. (2018). Buku ajar.

Fototropisme. (n.d.). Dalam Wikipedia bahasa Indonesia. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Fototropisme

Hamdi, Z., Prajitno, S., Azmi, F., & Suanjaya, M. A. (2024). Hubungan dan prevalensi tingkat depresi, kecemasan, dan stres dengan irritable bowel syndrome pada siswa SMAN 1 Lenek. Mahesa: Malahayati Health Student Journal, 4(5), 1726–1735. https://doi.org/10.33024/mahesa.v4i5.14301

Hariyani, Srihartini, I., & Wicaksono, S. F. K. (2024). Evaluasi penggunaan obat pada pasien GERD rawat jalan di Rumah Sakit Bhayangkara Kediri. Jurnal Pharma Bhakta, 4(1), 15–24.

Harni, S. Y. (2023). Asuhan keperawatan gastritis pada lansia. Mitra Edukasi Negeri.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2011). Modul penggunaan obat rasional.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2015). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 67 Tahun 2015 tentang penyelenggaraan pelayanan kesehatan lanjut usia di pusat kesehatan masyarakat.

Khairunnisa, & Ananda, M. R. (2023). Penggunaan obat pada pasien geriatri di instalasi rawat jalan Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara. Majalah Farmasi dan Farmakologi. https://doi.org/10.33024/jfm.v6i1.8199

Kunaedi, A., Putri, S. N., Pamungkas, B., S., N. I., Febriani, R., Wigati, Y., & L., T. (2024). Persepsi dan pemahaman masyarakat terhadap terapi wasir: Review public. Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Cirebon, 11(1), 9–14.

Listina, O., Prasetyo, Y., Solikhati, D. I. K., & Megawati, F. (2021). Evaluasi penggunaan obat pada pasien gastritis di Puskesmas Kaladawa periode Oktober–Desember 2018. Jurnal Ilmiah Medicamento, 7(2), 129–135. https://doi.org/10.36733/medicamento.v7i2.1911

Maulida, R., & Puspitasari, I. M. (2020). Review artikel: Kajian interaksi obat pada pasien dengan peresepan polifarmasi. Farmaka, 19(1), 95–103.

Miftahussurur, M., Rezkitha, Y. A. A., & Itishom, R. (2021). Buku ajar aspek klinis gastritis. Airlangga University Press.

Mujiadi, & Rachmah, S. (2022). Buku ajar keperawatan gerontik. STIKes Majapahit Mojokerto.

Mulat, T. M. (2016). Tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap penyakit gastritis di wilayah kerja Puskesmas Barombong Kota Makassar. Jurnal Ilmiah Kesehatan Sandi Husada, 4(1), 30–37. https://doi.org/10.35816/jiskh.v4i1.81

Muriana, R., Almeida, M., & Ramadhan, A. M. (2023). Identifikasi potentially inappropriate medication (PIMs) menggunakan kriteria Beers dan STOPP pada pasien geriatri. Proceeding Mulawarman Pharmaceuticals Conferences, 18. https://doi.org/10.25026/mpc.v18i1.721

Muti, A. F., & Octavia, N. (2018). Kajian penggunaan obat berdasarkan indikator peresepan WHO dan prescribing errors. Sainstech Farma, 11(1), 25–30.

Nasif, H., Sanjaya, W., & Juwita, D. A. (2024). Memilih obat diare untuk swamedikasi.

Noviyanto, F., Nazwita, S., Shobah, A. N., et al. (2024). Gambaran rasionalitas penggunaan obat pada pasien GERD rawat jalan. Journal Syifa Sciences and Clinical Research, 6(1), 129–137. https://doi.org/10.37311/jsscr.v6i1.24847

Santika, N. Y., Desnita, R., & Yuswar, M. A. (2019). Evaluasi penggunaan obat tukak peptik pada pasien rawat inap. Majalah Farmaseutik, 15(1), 1–15. https://doi.org/10.22146/farmaseutik.v15i1.45261

Saputera, M. M. A., Sari, A. K., & Ayuchecaria, N. (2023). Evaluasi penggunaan obat di Puskesmas berdasarkan indikator WHO. Jurnal Jejaring Matematika dan Sains, 5(1), 12–23.

Sari, D. P., Rahardjoputro, R., & Amrullah, A. W. (2025). Evaluasi rasionalitas penggunaan obat GERD pada pasien dewasa. Jurnal Pharmascience, 12(1), 70–83. https://doi.org/10.20527/jps.v12i1.20125

Suherman, L. P., Ramdani, R., Septiani, V., et al. (2021). Pola penggunaan obat pada pasien GERD. Pharmacoscript, 4(2), 1–12. https://doi.org/10.36423/pharmacoscript.v4i2.713

Ulya, T., et al. (2023). Buku ajar farmakologi. Samudra Biru.

World Health Organization. (2019). Medication safety in polypharmacy.

Wulan, F. W., & Sari, M. L. (2024). Studi penggunaan obat pada pasien gastroesophageal reflux disease (GERD) rawat jalan di RS Aura Syifa Kediri periode Januari–November 2022. Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi, 2(3), 129. https://doi.org/10.57213/jrikuf.v2i3.289

Wulandari, M. (2022). Buku ajar anatomi fisiologi. Zahir Publishing.

Unduhan

Diterbitkan

2026-04-22

Cara Mengutip

Vera Susanti, Miftahul Jannah, & Trizna Mulyani. (2026). Evaluasi Rasionalitas Penggunaan Obat Gastrointestinal Pada Pasien Yang Berobat di Poli Geriatri Rumah Sakit Ibnu Sina Bukittinggi Pada Tahun 2024. Al-Syifa: Journal of Medical and Public Health Sciences, 1(1), 125–137. https://doi.org/10.1111/alsyifa.v1i1.151

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama

1 2 > >> 

Artikel Serupa

<< < 1 2 

Anda juga bisa Mulai pencarian similarity tingkat lanjut untuk artikel ini.