Evaluasi Kesesuaian Pengelolaan dan Pemusnahan Obat Kedaluwarsa di Gudang Farmasi RSUD Bengkalis

Penulis

  • Dewi Susanti Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi, Indonesia
  • Jhoti Sumitra Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi, Indonesia
  • Tika Afriani Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.1111/alsyifa.v1i2.238

Kata Kunci:

Obat Kedaluwarsa, Pengelolaan Obat, Pemusnahan Obat, Gudang Farmasi, RSUD Bengkalis

Abstrak

Pengelolaan dan pemusnahan obat kedaluwarsa merupakan bagian penting dalam pelayanan kefarmasian rumah sakit untuk menjamin keamanan pasien, mencegah penyalahgunaan obat, dan mengurangi risiko terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi kesesuaian pengelolaan dan pemusnahan obat kedaluwarsa di Gudang Farmasi RSUD Bengkalis berdasarkan standar pelayanan kefarmasian, regulasi yang berlaku, dan SOP rumah sakit. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur terhadap delapan informan, observasi langsung, dan telaah dokumen. Analisis data dilakukan melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi dengan triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan obat kedaluwarsa meliputi identifikasi, pemisahan, penyimpanan sementara, pencatatan, monitoring, pelaporan, dan pemusnahan. Hasil observasi menunjukkan 14 dari 15 indikator terpenuhi (93,33%) dan termasuk kategori baik. Telaah dokumen menunjukkan 9 dari 10 indikator terpenuhi (90%) dan termasuk kategori sesuai. Pemusnahan telah dilaksanakan berdasarkan SOP serta didukung daftar obat, tim pelaksana, metode pemusnahan, berita acara, dan dokumentasi. Kekurangan yang ditemukan adalah kebersihan area penyimpanan yang belum optimal dan belum tersedianya dokumen kerja sama dengan pihak ketiga. Secara keseluruhan, pengelolaan dan pemusnahan obat kedaluwarsa telah berjalan baik dan sesuai, namun masih diperlukan perbaikan pada kebersihan, pengawasan, dan kelengkapan dokumentasi.

Referensi

Ajekiigbe, V. O., Agbo, C. E., Ogieuhi, I. J., Anthony, C. S., Onuigbo, C. S., Falayi, T. A., Oluwapelumi, O. Z., Amusa, O., Adeniran, G. O., Ogunleke, P. O., & Bakare, I. S. (2025). The increasing burden of global environmental threats: Role of antibiotic pollution from pharmaceutical wastes in the rise of antibiotic resistance. Discover Public Health, 22, Article 120. https://doi.org/10.1186/s12982-025-00506-9

Andries, M. C., Citraningtyas, G., & Rundengan, G. E. (2024). Evaluasi pengelolaan obat rusak atau kedaluwarsa sebelum dan selama pandemi COVID-19 di Rumah Sakit X Provinsi Sulawesi Utara. PHARMACON, 13(1), 515–522. https://doi.org/10.35799/pha.13.2024.49376

Aronson, J. K. (2025). When I use a word . . . Overstocking medicines. The BMJ, 389, Article r1183. https://doi.org/10.1136/bmj.r1183

Azzahra, J., Hasrawati, A., & Ririn. (2024). Profil pengelolaan obat golongan narkotika, psikotropika dan prekursor di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Hapsah Kabupaten Bone. Jurnal Kesehatan Tambusai. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jkt/article/view/33838

Benzaghta, M. A., Elwalda, A., & Mousa, M. M. (2021). SWOT analysis applications: An integrative literature review. Journal of Global Business Insights, 6(1), 55–73. https://doi.org/10.5038/2640-6489.6.1.1148

Citraningtyas, G., Manawan, F., Rumondor, M., & Rundengan, G. (2024). Evaluasi pengelolaan obat rusak atau kedaluwarsa di Rumah Sakit Tk. II R. W. Mongisidi Manado. Pharmacy Medical Journal, 7(2). https://doi.org/10.35799/pmj.v7i2.56050

Diniati, S. F., Rohendi, A., & Mulyani, K. (2025). Analisis pengelolaan obat pada tahap distribusi di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Pertamedika Ummi Rosnati Banda Aceh. [Nama jurnal perlu diverifikasi], 12(3), 555–563.

Fryze, I., & Naughton, B. D. (2025). Substandard and falsified medicine recalls in the legitimate supply chain: A systematic review of evidence. BMJ Open, 15(10), Article e103672. https://doi.org/10.1136/bmjopen-2025-103672

Gabryuvela, Challiztha, L., & Latifah, N. (2025). Artikel review: Kesesuaian pengelolaan limbah obat dan medis dengan pedoman nasional pada berbagai tingkat pelayanan kesehatan. Vitamin: Jurnal Ilmu Kesehatan Umum, 3(3), 320–326. https://doi.org/10.61132/vitamin.v3i3.1482

Getahun, H., Belew, S., Hasen, G., Mekasha, Y. T., & Suleman, S. (2024). Assessment of the extent and monetary loss in the selected public hospitals in Jimma Zone, Ethiopia: Expired medicine perspectives. Frontiers in Medicine, 11, Article 1283070. https://doi.org/10.3389/fmed.2024.1283070

Gosyanti, E., & Lakoan, M. R. (2023). Gambaran pengelolaan obat rusak dan kadaluarsa di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Bekasi. An-Najat, 1(2), 60–71. https://doi.org/10.59841/an-najat.v1i2.76

Julita, Y. S., Erpidawati, & Redha, P. S. (2025). Metode pengelolaan obat rusak dan kadaluarsa di Instalasi Farmasi RSUD Dr. Adnaan WD Payakumbuh tahun 2024. DIKKESH: Jurnal Penelitian Pendidikan dan Kesehatan, 1(3), 181–187. https://doi.org/10.60126/dikkesh.v1i3.1263

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 72 Tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit. https://jdih.kemkes.go.id/documents/peraturan-menteri-kesehatan-nomor-72-tahun-2016

Mekonnen, B. A., Worku, M. C., & Tefera, B. B. (2024). Evaluation of logistics management information system and availability of non-program tracer drugs in public health facilities in Bahir Dar City, Northwest Ethiopia. PLOS ONE, 19(4), Article e0302319. https://doi.org/10.1371/journal.pone.0302319

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative data analysis: An expanded sourcebook (2nd ed.). SAGE Publications.

Putri, D. (2025). Evaluasi pengelolaan obat kadaluarsa dan obat rusak pada Instalasi Farmasi RSUD Kabupaten Ciamis. Pharmacy Genius, 4(1), 24–28. https://doi.org/10.56359/pharmgen.v4i1.678

Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan R&D. Alfabeta.

Terry, G. R., & Franklin, S. G. (1997). Principles of management (8th ed.). AITBS Publishers.

World Health Organization. (2006). Guidelines for the safe disposal of expired drugs. https://www.emro.who.int/images/stories/pakistan/documents/pak_documents/Guidelines_for_Expired_Medicines.pdf

World Health Organization. (2024). Health-care waste. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/health-care-waste

Yin, R. K. (2018). Case study research and applications: Design and methods (6th ed.). SAGE Publications.

Yunarti, K. S. (2023). Analisis penyebab obat kadarluarsa di Instalasi Farmasi Rumah Sakit Wilayah Jawa Tengah. Jurnal Kesehatan dan Science, 19(1), 152–161.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-27

Cara Mengutip

Susanti, D., Jhoti Sumitra, & Tika Afriani. (2026). Evaluasi Kesesuaian Pengelolaan dan Pemusnahan Obat Kedaluwarsa di Gudang Farmasi RSUD Bengkalis. Al-Syifa: Journal of Medical and Public Health Sciences, 1(2), 380–388. https://doi.org/10.1111/alsyifa.v1i2.238