Analisis Penerapan, Pengelolaan dan Penggunaan Obat Pada Trolley Emergency di Depo IGD dan ICU RSUD Bengkalis
DOI:
https://doi.org/10.1111/alsyifa.v1i2.234Abstrak
Trolley emergency merupakan sarana penting dalam menunjang pelayanan kegawatdaruratan karena berisi obat-obatan dan peralatan medis yang diperlukan untuk menangani kondisi pasien secara cepat dan tepat. Pengelolaan yang tidak optimal dapat menyebabkan ketidaklengkapan obat, obat kedaluwarsa, serta keterlambatan penggantian obat setelah digunakan. Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan, pengelolaan, dan penggunaan obat pada trolley emergency di Depo IGD dan ICU RSUD Bengkalis serta menilai kesesuaiannya dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku. Penelitian menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan mixed methods tipe sequential explanatory. Responden berjumlah 41 orang dan dipilih dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui observasi checklist, wawancara semi terstruktur, dan telaah dokumen pada Juni–Juli 2026. Hasil menunjukkan bahwa penerapan, pengelolaan, dan penggunaan obat secara umum berada dalam kategori baik. Di Depo IGD, kesesuaian kelengkapan obat sebesar 100%, pengelolaan obat 90%, penerapan trolley 86%, dokumentasi monitoring 80%, pengawasan supervisi 67%, dan penggunaan obat 60%. Di ICU, kesesuaian kelengkapan obat sebesar 97%, pengelolaan obat 80%, penerapan trolley 71%, dokumentasi monitoring 80%, pengawasan supervisi 67%, dan penggunaan obat 60%. Telaah dokumen menunjukkan kesesuaian 100% pada seluruh aspek administratif. Ketidaksesuaian utama terdapat pada dokumentasi dan pelaporan penggunaan obat, keterlambatan penggantian obat, frekuensi supervisi yang belum rutin, kondisi trolley ICU yang tidak tersegel, serta ditemukannya satu ampul amiodaron yang telah melewati masa kedaluwarsa. Pengelolaan trolley emergency sebagian besar telah sesuai dengan Permenkes Nomor 72 Tahun 2016 dan SOP rumah sakit, namun masih diperlukan penguatan dokumentasi penggunaan obat, penggantian pascapemakaian, monitoring, dan supervisi tenaga kefarmasian.
Kata kunci: trolley emergency, pengelolaan obat, penggunaan obat, IGD, ICU, keselamatan pasien.
Referensi
Abdulkadir, W., Tuloli, T. S., & Pakaya, A. (2021). Gambaran pengelolaan emergency kit (trolley) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Hasri Ainun Habibie Kabupaten Gorontalo. Indonesian Journal of Pharmaceutical Education, 1(1), 47–56. https://doi.org/10.37311/ijpe.v1i1.10122
Alfian, R. H., Sundu, R., & Fatimah, N. (2022). Gambaran pengelolaan obat di Instalasi Farmasi Rumah Sakit X Sangatta tahun 2020. Borneo Journal of Pharmascientech, 6(2), 60–64. https://doi.org/10.51817/bjp.v6i2.401
Cahyani, R., Rooswita, P. A., & Zazuli, Z. (2024). Gambaran dan kesesuaian pengelolaan emergency trolley di Rumah Sakit Umum Daerah Pringsewu, Lampung. PHARMACY: Jurnal Farmasi Indonesia, 21(2), 75–80. https://doi.org/10.30595/pharmacy.v21i2.19662
Jacquet, G. A., Hamade, B., Diab, K. A., Sawaya, R., Dagher, G. A., Hitti, E., & Bayram, J. D. (2018). The emergency department crash cart: A systematic review and suggested contents. World Journal of Emergency Medicine, 9(2), 93–98. https://doi.org/10.5847/wjem.j.1920-8642.2018.02.002
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit. https://peraturan.bpk.go.id/Details/114491/permenkes-no-72-tahun-2016
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2019). Petunjuk teknis standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit. Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan. https://farmalkes.kemkes.go.id/unduh/petunjuk-teknis-standar-pelayanan-kefarmasian-di-rumah-sakit/
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/Menkes/4799/2021 tentang daftar obat keadaan darurat medis.
Murtiningtyas, R. A., & Dhamanti, I. (2022). Analisis implementasi identifikasi pasien di rumah sakit untuk meningkatkan keselamatan pasien di Indonesia. Media Gizi Kesmas, 11(1), 313–317. https://doi.org/10.20473/mgk.v11i1.2022.313-317
Nahdha, Helsawati, Fridewini, A., Rahmi, N., Sari, O. M., Sandi, D. A. D., Jenah, R. A., & Hafizah, N. (2023). Pelaksanaan pengelolaan troli emergensi di ruang rawat inap salah satu rumah sakit di Kalimantan Selatan. Jurnal Inovasi Farmasi Indonesia, 4(2), 88–97. https://ojs.unik-kediri.ac.id/index.php/jalapa/article/view/4607
Nguyen, P. T. L., Phan, T. A. T., Vo, V. B. N., Ngo, N. T. N., Nguyen, H. T., Phung, T. L., Kieu, M. T. T., Nguyen, T. H., & Duong, K. N. C. (2024). Medication errors in emergency departments: A systematic review and meta-analysis of prevalence and severity. International Journal of Clinical Pharmacy, 46(5), 1024–1033. https://doi.org/10.1007/s11096-024-01742-w
Nihmaturojaiyah, E., & Adiana, S. (2023). Gambaran pengelolaan emergency trolley di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit X di Serpong. Indonesian Journal of Health Science, 3(1), 69–75. https://doi.org/10.54957/ijhs.v3i1.419
Putri, A. Y., & Cholisah, E. (2023). Evaluasi pengelolaan emergency trolley terhadap pasien gawat darurat. Journal of Telenursing, 5(2), 4014–4019. https://doi.org/10.31539/joting.v5i2.7566
Sihotang, F. (2020). Profil pengelolaan emergency trolley di Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Umum Daerah Dr. M. Yunus Bengkulu. Jurnal Vokasi Keperawatan, 3(1), 50–65. https://doi.org/10.33369/jvk.v3i1.11866
Sugiyono. (2013). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D. Alfabeta.
World Health Organization. (2024). Medication without harm: Policy brief. https://www.who.int/publications/i/item/9789240062764
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Endang Suryani, Ariesta Kirana Efmisa, Devahimer Harsep Rosi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.












