Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kunjungan Lansia Ke Posyandu di Kelurahan Bukit Apit Puhun Puskesmas Rasimah Ahmad Kota Bukittinggi Tahun 2026

Penulis

  • Daniela Shabyya Aqila Adira Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi, Indonesia
  • Aida Andriani Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi, Indonesia
  • Wisnatul Izzati Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.1111/alsyifa.v1i2.232

Kata Kunci:

Dukungan Keluarga, Kunjungan Lansia, Posyandu Lansia.

Abstrak

Peningkatan jumlah lansia dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan baik perubahan secara fisik maupun mental. Perubahan tersebut dapat mempengaruhi kemandirian lansia dalam memanfaatkan fasilitas kesehatan seperti Posyandu. Rendahnya kunjungan lansia ke Posyandu dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah dukungan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kunjungan lansia ke Posyandu di Kelurahan Bukit Apit Puhun Puskesmas Rasimah Ahmad Kota Bukittinggi Tahun 2026. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh lansia yang berusia ≥60 tahun dengan menggunakan teknik Purposive Sampling dan didapatkan 205 sampel. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner dukungan keluarga untuk mengukur variabel dukungan keluarga dan lembar observasi untuk mengukur variabel kunjungan lansia. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa dari 125 (61,0%) responden dengan dukungan keluarga yang mendukung terdapat 94 (75,2%) responden dengan kunjungan rutin dan 31 (24,8%) responden dengan kunjungan tidak rutin. Dan dari 80 (39,0%) responden dengan dukungan keluarga tidak mendukung terdapat 75 (93,75%) responden dengan kunjungan tidak rutin dan 5 (6,25%) responden dengan kunjungan rutin. Berdasarkan hasil uji Spearman Rank hubungan dukungan keluarga dengan kunjungan lansia didapatkan nilai P-value = 0,000 (p<0,05), artinya ada hubungan dukungan keluarga dengan kunjungan lansia ke Posyandu. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu semakin baik dukungan keluarga maka semakin rutin kunjungan lansia ke Posyandu. Saran dari penelitian ini diharapkan bagi keluarga dapat meningkatkan dukungan emosional, instrumental, informasi dan penilaian serta bagi petugas kesehatan agar meningkatkan pemberian informasi kepada keluarga dalam upaya meningkatkan kunjungan lansia ke Posyandu.

Referensi

Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik penduduk lanjut usia 2024. https://www.bps.go.id/id/publication/2024/12/31/a00d4477490caaf0716b711d/statistik-penduduk-lanjut-usia-2024.html

Fadhillah, H., Yanti, M., & Nursya, F. (2025). Hubungan dukungan keluarga dan akses ke posyandu dengan keaktifan lansia ke posyandu lansia di wilayah kerja Puskesmas Pauh tahun 2025. Applicare Journal, 2(4), 328–334. https://doi.org/10.37985/apj.v2i4.22

Green, L. W., & Kreuter, M. W. (1991). Health promotion planning: An educational and environmental approach (2nd ed.). Mayfield Publishing Company.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (n.d.). Hari lanjut usia nasional. https://ayosehat.kemkes.go.id/hari-lanjut-usia-nasional

Lusyana, S. A., Aris, A., & Suhariyati. (2026). Hubungan dukungan keluarga dan sikap lansia dengan ketidakpatuhan lansia pada kegiatan posyandu lansia. Indonesian Journal of Professional Nursing, 6(2), 149–156. https://doi.org/10.30587/ijpn.v6i2.10100

Ruswadi, I. (2022). Transisi demografi dan peningkatan usia harapan hidup lansia di Indonesia. Jurnal Kependudukan Indonesia, 17(1), 55–64.

Sartika, D., & Safrida, S. (2023). Fungsi keluarga dan implikasinya terhadap pemeliharaan kesehatan lansia. Jurnal Sosio-Kesehatan, 6(1), 19–27.

Schober, P., Boer, C., & Schwarte, L. A. (2018). Correlation coefficients: Appropriate use and interpretation. Anesthesia & Analgesia, 126(5), 1763–1768. https://doi.org/10.1213/ANE.0000000000002864

Setia, M. S. (2016). Methodology series module 3: Cross-sectional studies. Indian Journal of Dermatology, 61(3), 261–264. https://doi.org/10.4103/0019-5154.182410

Sumartini, N. P., Tat, S., & Mulyani, S. (2021). Dukungan keluarga dan sikap lansia dalam pemanfaatan posyandu lansia. Jurnal Kesehatan Nusantara, 9(2), 105–113.

Sumartini, N. P., Zulkifli, Z., & Adhayanti, I. (2019). Faktor-faktor yang berhubungan dengan kunjungan lansia ke posyandu lansia. Jurnal Keperawatan Terpadu, 1(2), 60–69.

Sunaryo. (2018). Asuhan keperawatan gerontik. Andi Offset.

Susanti, L., Yuliani, D., & Maharani, R. (2023). Analisis hambatan pelaksanaan posyandu lansia di wilayah kerja puskesmas. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 18(2), 142–150.

Taufandas, M. (2025). Hubungan dukungan keluarga dengan kegiatan kunjungan lansia ke posyandu lansia di Desa Korleko wilayah kerja Puskesmas Korleko. Jurnal Riset Keperawatan, 8(1), 89–97.

Widiastuti, R., Purwanto, E., & Hidayat, A. (2023). Ketahanan keluarga dan perannya dalam pendampingan lansia. Jurnal Ketahanan Keluarga, 4(1), 12–20.

Wiraini, S., Fitri, A., & Hasanah, U. (2021). Hubungan dukungan keluarga dengan motivasi lansia mengunjungi posyandu. Jurnal Ilmu Keperawatan, 9(2), 71–78.

World Health Organization. (2024). Ageing and health fact sheet.

World Health Organization. (2025, October 1). Ageing and health. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/ageing-and-health

World Medical Association. (2024). WMA Declaration of Helsinki: Ethical principles for medical research involving human participants. https://www.wma.net/policies-post/wma-declaration-of-helsinki/

Yulistanti, R. (2023). Keperawatan gerontik dan perubahan psikososial lansia. Trans Info Media.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-27

Cara Mengutip

Daniela Shabyya Aqila Adira, Aida Andriani, & Wisnatul Izzati. (2026). Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kunjungan Lansia Ke Posyandu di Kelurahan Bukit Apit Puhun Puskesmas Rasimah Ahmad Kota Bukittinggi Tahun 2026 . Al-Syifa: Journal of Medical and Public Health Sciences, 1(2), 303–310. https://doi.org/10.1111/alsyifa.v1i2.232