Analisis Efisiensi Waktu Tunggu Peresepan Obat Racikan dan Non Racikan Pasien Rawat Jalan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru

Penulis

  • Asnawati Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi, Indonesia
  • Miftahul Jannah Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi, Indonesia
  • Jhoti Sumitra Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.1111/alsyifa.v1i2.231

Kata Kunci:

Waktu Tunggu, Resep Racikan, Resep Non Racikan, Pelayanan Kefarmasian, Rawat Jalan.

Abstrak

Waktu tunggu pelayanan resep merupakan salah satu indikator mutu pelayanan kefarmasian. Standar Pelayanan Minimal Kementerian Kesehatan menetapkan waktu tunggu maksimal ≤30 menit untuk resep non racikan dan ≤60 menit untuk resep racikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui waktu tunggu pelayanan resep, kesesuaiannya dengan Standar Pelayanan Minimal, serta faktor-faktor yang mempengaruhinya di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dengan pendekatan prospektif cross-sectional. Data dikumpulkan melalui observasi langsung menggunakan sistem barcode selama bulan Juni 2026. Sampel terdiri dari 20 hari pelayanan resep non racikan dan 19 hari pelayanan resep racikan. Wawancara dilakukan terhadap 15 petugas instalasi farmasi. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata waktu tunggu resep non racikan sebesar 53,60 menit dan resep racikan sebesar 68,87 menit. Kedua jenis pelayanan tersebut melebihi Standar Pelayanan Minimal sehingga belum memenuhi standar pelayanan. Faktor yang mempengaruhi waktu tunggu meliputi tingginya jumlah pasien, keterbatasan tenaga kefarmasian, jenis resep, dan beban kerja pelayanan. Disimpulkan bahwa pelayanan resep non racikan dan racikan di Instalasi Farmasi Rawat Jalan RSUD Arifin Achmad Pekanbaru belum memenuhi Standar Pelayanan Minimal Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Referensi

Amalia, T., & Ramadhan, R. (2021). Analisis waktu tunggu pelayanan resep pasien rawat jalan di rumah sakit. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 10(2), 85–92.

B. M., Alhossan, A. M., & Aljamal, A. A. (2019). Patient satisfaction with waiting time in outpatient healthcare services. Journal of Health Management, 21(3), 321–329.

Donabedian, A. (2003). An introduction to quality assurance in health care. Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/oso/9780195158090.002.0006

Fahrurazi, F., Rahmawati, D., & Sari, N. (2022). Faktor-faktor yang memengaruhi waktu tunggu pelayanan resep pada instalasi farmasi rumah sakit. Jurnal Ilmiah Farmasi, 18(1), 45–53.

Handayani, S., Putri, R., & Wahyuni, D. (2022). Hubungan waktu tunggu pelayanan resep dengan kepuasan pasien rawat jalan. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 17(2), 112–119.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2008). Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 129/Menkes/SK/II/2008 tentang standar pelayanan minimal rumah sakit.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2016). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2016 tentang standar pelayanan kefarmasian di rumah sakit.

McIntyre, D., & Chow, C. K. (2020). Waiting time as a quality indicator in health services. International Journal of Health Policy and Management, 9(1), 1–5.

Meyer, S. B., Luong, T. C. N., Mamerow, L., & Ward, P. R. (2013). Inequities in access to healthcare: Analysis of national survey data across six Asia-Pacific countries. BMC Health Services Research, 13, Article 238. https://doi.org/10.1186/1472-6963-13-238

Miftahudin, M. (2019). Analisis waktu tunggu pelayanan resep dan faktor yang memengaruhinya di instalasi farmasi rumah sakit. Jurnal Farmasi Indonesia, 16(2), 101–108.

Naiker, U., FitzGerald, G., Dulhunty, J., & Rosemann, M. (2018). Time to wait: A systematic review of strategies that affect out-patient waiting times. Australian Health Review, 42(3), 286–293. https://doi.org/10.1071/AH16275

Nurjanah, S., Hidayati, I. R., & Pratiwi, Y. (2016). Perbandingan waktu tunggu pelayanan resep racikan dan nonracikan pada pasien rawat jalan. Jurnal Farmasi Sains dan Praktis, 2(1), 25–31.

Parasuraman, A., Zeithaml, V. A., & Berry, L. L. (1988). SERVQUAL: A multiple-item scale for measuring consumer perceptions of service quality. Journal of Retailing, 64(1), 12–40.

Pratiwi, N., Sari, M., & Fitriani, E. (2021). Evaluasi waktu tunggu pelayanan resep racikan dan nonracikan pada pasien rawat jalan. Jurnal Kefarmasian Indonesia, 11(1), 44–50.

Purwandari, E. (2017). Faktor yang memengaruhi efisiensi pelayanan resep di instalasi farmasi rumah sakit. Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan, 20(2), 97–104.

Rahmawati, D., Fahrurazi, F., & Yuliana, R. (2023). Hubungan jumlah kunjungan pasien dengan waktu tunggu pelayanan resep di rumah sakit. Jurnal Farmasi dan Kesehatan, 13(1), 55–62.

Sari, N., Handayani, S., & Putri, R. (2022). Evaluasi waktu tunggu pelayanan resep sebagai indikator mutu pelayanan kefarmasian. Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, 10(2), 145–152.

Siregar, J. P., Harahap, R., & Nasution, N. (2021). Pelayanan kefarmasian pada pasien rawat jalan sebagai indikator mutu rumah sakit. Jurnal Kesehatan Indonesia, 12(1), 30–38.

Toreh, M., Citraningtyas, G., & Wiyono, W. (2020). Analisis waktu tunggu pelayanan resep pasien rawat jalan di instalasi farmasi rumah sakit. Pharmacon, 9(2), 221–228. https://doi.org/10.35799/pha.9.2020.29288

World Health Organization. (2006). Quality of care: A process for making strategic choices in health systems.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-27

Cara Mengutip

Asnawati, Miftahul Jannah, & Jhoti Sumitra. (2026). Analisis Efisiensi Waktu Tunggu Peresepan Obat Racikan dan Non Racikan Pasien Rawat Jalan di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru. Al-Syifa: Journal of Medical and Public Health Sciences, 1(2), 335–342. https://doi.org/10.1111/alsyifa.v1i2.231