Evaluasi Tingkat Pengetahuan Masyarakat dalam Penggunaan Antibiotik Secara Rasional di UPT Puskesmas Bengkalis Kecamatan Bengkalis
DOI:
https://doi.org/10.1111/alsyifa.v1i2.230Kata Kunci:
Kata kunci: antibiotik; edukasi kesehatan; pengetahuan masyarakat; penggunaan obat rasional; resistensi antimikroba.Abstrak
Penggunaan antibiotik yang tidak rasional merupakan determinan penting meningkatnya resistensi antimikroba dan dapat mengurangi efektivitas terapi infeksi di tingkat pelayanan kesehatan primer. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis antibiotik yang digunakan serta mengevaluasi perubahan tingkat pengetahuan masyarakat mengenai penggunaan antibiotik secara rasional setelah pemberian edukasi di UPT Puskesmas Bengkalis, Kecamatan Bengkalis. Penelitian menggunakan desain kuantitatif pre-eksperimental one-group pretest-posttest. Sebanyak 88 responden dipilih secara purposive dari populasi pasien yang memperoleh terapi antibiotik. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner 20 butir yang telah diuji pada 30 responden di luar sampel; seluruh item valid (r > 0,36; p < 0,05) dan instrumen reliabel (Cronbach’s alpha = 0,87). Intervensi berupa edukasi langsung selama 10–15 menit disertai leaflet mengenai indikasi, aturan penggunaan, lama terapi, bahaya penggunaan tanpa resep, resistensi, dan penyimpanan antibiotik. Data dianalisis secara deskriptif dan dengan Wilcoxon Signed-Rank Test. Amoxicillin 500 mg merupakan antibiotik yang paling banyak digunakan (53/88; 60,2%), diikuti cefadroxil 500 mg (17,0%), metronidazol 500 mg (10,2%), ciprofloxacin 500 mg (8,0%), dan clindamycin 500 mg (4,5%). Sebelum edukasi, 71,6% responden berada pada kategori pengetahuan rendah dan 28,4% sedang; tidak ada responden berkategori tinggi. Setelah edukasi, 73,9% berada pada kategori tinggi dan 26,1% sedang, tanpa responden berkategori rendah. Seluruh responden menunjukkan peningkatan skor (positive ranks = 88; negative ranks = 0; ties = 0), dengan Z = -8,156 dan p < 0,001. Edukasi langsung berbantuan leaflet berasosiasi dengan peningkatan pengetahuan yang bermakna mengenai penggunaan antibiotik secara rasional. Temuan ini menegaskan pentingnya edukasi kefarmasian yang terstruktur dan berulang di layanan primer sebagai bagian dari penguatan antimicrobial stewardship berbasis masyarakat.
Referensi
Efendi, L., Efmisa, A. K., Farnandi, R., & Dwiputri, A. Y. (2025). Hubungan tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat dalam penggunaan antibiotik tanpa resep di dua apotek di Kecamatan Pangkalan Koto Baru. Journal of Science and Clinical Pharmacy Research, 2(1), 22–33. https://doi.org/10.1144/jscpr.v2i1.424
Iasya, V., Jannah, M., & Farnandi, R. (2026). Analisis rasionalitas penggunaan antibiotik pada pasien diare di Puskesmas Muara Basung periode Oktober 2024–Oktober 2025. Al-Syifa: Journal of Medical and Public Health Sciences, 1(1), 69–85. https://doi.org/10.1111/alsyifa.v1i1.144
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2021). Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2021 tentang pedoman penggunaan antibiotik.
Mutiara, E. F., Efmisa, A. K., Rosi, D. H., & Dwiputri, A. Y. (2026). Evaluasi penggunaan antibiotik pada pasien bronkopneumonia anak di Ruang Perawatan Melati RSUD Mukomuko tahun 2024. Journal of Science and Clinical Pharmacy Research, 2(1), 55–67. https://doi.org/10.1144/jscpr.v2i1.433
Rahayuningsih, S., Jannah, M., & Farnandi, R. (2026). Pengaruh edukasi tenaga farmasi terhadap kepatuhan minum obat pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis. Al-Syifa: Journal of Medical and Public Health Sciences, 1(1), 105–113. https://doi.org/10.1111/alsyifa.v1i1.149
Rahmadani, E., Rosi, D. H., & Jannah, M. (2025). Gambaran tingkat pengetahuan obat oral kortikosteroid di Apotek New Bintang Ilahi Bukittinggi. Journal of Science and Clinical Pharmacy Research, 2(1), 12–21. https://doi.org/10.1144/jscpr.v2i1.422
Sinuraya, R. K., Wulandari, C., Amalia, R., & Puspitasari, I. M. (2023). Understanding public knowledge and behavior regarding antibiotic use in Indonesia. Infection and Drug Resistance, 16, 6833–6842. https://doi.org/10.2147/IDR.S427337
Sumitra, J., Jannah, M., & Darmirani, Y. (2026). Analysis of the implementation of pharmaceutical service standards at Granmed Lubuk Pakam Hospital. Jurnal Farmasimed (JFM), 8(2), 915–920. https://doi.org/10.35451/v82hvz23
Thong, K. S., Chang, C. T., Lee, M., Lee, J. C. Y., Tan, H. S., & Shafie, A. A. (2021). Impact of targeted educational intervention towards public knowledge and perception of antibiotic use and resistance in the state of Perak, Malaysia. Antimicrobial Resistance & Infection Control, 10, Article 29. https://doi.org/10.1186/s13756-021-00892-0
Wahidah, Y. F., Efmisa, A. K., & Farnandi, R. (2025). Pengaruh edukasi terhadap pengetahuan, sikap, dan kepatuhan pada penggunaan antibiotik di Apotek “X” Desa Sarilamak Kabupaten Lima Puluh Kota. Journal of Science and Clinical Pharmacy Research, 1(2), 122–133. https://doi.org/10.1144/jscpr.v1i2.289
Widayati, A., Suryawati, S., de Crespigny, C., & Hiller, J. E. (2011). Self-medication with antibiotics in Yogyakarta City, Indonesia: A cross-sectional population-based survey. BMC Research Notes, 4, Article 491. https://doi.org/10.1186/1756-0500-4-491
World Health Organization. (2023). GLASS manual for antimicrobial resistance surveillance in common bacteria causing human infection.
World Health Organization. (2025a). Global antibiotic resistance surveillance report 2025.
World Health Organization. (2025b). Global antimicrobial resistance and use surveillance system (GLASS) report: Antibiotic use data for 2022.
World Health Organization. (2025c). The selection and use of essential medicines, 2025: WHO AWaRe (Access, Watch, Reserve) classification of antibiotics for evaluation and monitoring of use.
World Health Organization. (2026). Antimicrobial resistance: Fact sheet.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Khairunnisak Khairunnisak, Devahimer Harsep Rosi, Jhoti Sumitra

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.












