Evaluasi Drug Related Problems (Drps) Pada Pasien Chronic Kidney Disease (Ckd) Yang Menjalani Hemodialisis Di Rsud Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi
DOI:
https://doi.org/10.1111/alsyifa.v1i2.224Kata Kunci:
Chronic Kidney Disease, Hemodialisis, Drug Related Problems, DRPsAbstrak
Penurunan fungsi ginjal menyebabkan berkurangnya kemampuan ginjal dalam membersihkan sisa sisa obat di dalam tubuh, sehingga pengobatan untuk pasien Chronic Kidney Disease (CKD) harus menjadi fokus utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian Drug Related Problems (DRPs) pada pasien CKD yang menjalani hemodialisis di RSUD DR. Achmad Mochtar Bukittinggi. Metode penelitian ini menggunakan rancangan penelitian kualitatif non eksperimental dengan pendekatan prospektif dan pengolahan data menggunakan rancangan deskriptif obdservasional. Sampel penelitian sebanyak 100 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Identifikasi DRPs dilakukan berdasarkan klasifikasi Cipolle et al., (2012). Hasil penelitian menunjukkan dari 100 pasien ditemukan DRPs meliputi kategori terapi obat yang tidak diperlukan sebanyak 1 kasus (0,37%), membutuhkan terapi obat tambahan sebanyak 57 kasus (21,11%), obat tidak efektif sebanyak 56 kasus (20,74%), dosis terlalu rendah sebanyak 77 kasus (28,51%), reaksi obat yang tidak diinginkan sebanyak 4 kasus (1,48%), dosis terlalu tinggi sebanyak 74 kasus (27,40%). Dari 100 pasien yang menjalani hemodialisis, pada setiap pasien memiliki DRPs.
Referensi
Agustin, D. S., Laksono, B. T., Farmasi, P., Matematika, F., & Alam, P. (2025). Profil pasien hipertensi komorbid gagal ginjal kronis di Rumah Sakit X. Bandung Conference Series: Pharmacy, 5(2), 541–548.
Arlington, A. (2023). American Diabetes Association releases 2023 standards of care in diabetes to guide prevention, diagnosis, and treatment for people living with diabetes. American Diabetes Association, 703, 1–3.
Arub, L. P., & Siyam, N. (2024). Kejadian penyakit ginjal kronik pada penderita hipertensi. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 8(1), 63–73.
Irawan, W., & Sukandar, E. Y. (2025). Evaluasi penggunaan obat pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis. Buana Farma, 5(1), 128–142.
KDIGO. (2024). KDIGO 2024 clinical practice guideline for the evaluation and management of chronic kidney disease. Kidney Disease: Improving Global Outcomes.
Kurniawan, J. A., & Hakam, A. (2026). Evaluation of renal anemia therapy in chronic kidney disease patients undergoing hemodialysis in hospital. Indonesian Journal of Global Health Research, 8(1), 155–162.
Maharianingsih, N. M., Windidaca, D., & Putri, B. (2024). Studi penggunaan obat antihipertensi pada pasien chronic renal failure. Indonesian Journal of Pharmaceutical Education, 4(1), 177–184. https://doi.org/10.37311/ijpe.v4i1.25489
Nyoman, G. B., IP, A. W., & Ni, N. M. A. (2025). Anemia dengan kualitas hidup pasien gagal ginjal kronik dengan hemodialisis di RSUD Buleleng. Ganesha Medicina Journal, 1–9.
Pradigma, E., & Lestari, N. (2022). Literature review: Hubungan kadar asam urat terhadap risiko kematian pasien gagal ginjal kronik (GGK) yang menjalani hemodialisa. Jurnal Kesehatan, 8(2), 95–104.
Pranandhira, R. A. W., Eka, Y. R., & Husnul, K. (2023). Karakteristik pasien chronic kidney disease yang dilakukan hemodialisis di RSUD Ulin Banjarmasin selama pandemi COVID-19. Jurnal Mahasiswa Pendidikan Dokter, 6(1), 69–78.
Putri, A. S., Laksmitawati, D. R., & Saragi, S. (2022). Peran farmasis terhadap tingkat kepatuhan minum obat, pengetahuan, dan tekanan darah pasien hipertensi prolanis di Puskesmas Kecamatan Pulogadung. Jurnal Ilmu Kesehatan, 16(1), 41–48.
Ratri, E. P., Wahyono, D., & Galistiani, G. F. (2025). Polifarmasi dan interaksi obat pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa. Jurnal Farmasi Indonesia, 22(1), 55–59.
Rokhmah, N. N., Gunawan, D. O., & Rahmadania, A. (2023). Hubungan penggunaan obat pendamping gagal ginjal kronik terhadap kualitas hidup pasien lansia RSUD M. Yunus Bengkulu yang menjalani hemodialisis. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 12(3). https://doi.org/10.15416/ijcp.2023.12.3.47343
Sari, S. P., Az, R., & Maulani. (2022). Hubungan lama hemodialisis dengan kualitas hidup pasien penyakit ginjal kronik di ruang hemodialisa Rumah Sakit Bhayangkara Kota Jambi. Jurnal Ilmiah Ners Indonesia, 3(2), 54–62.
Suara, E., & Retnaningsih, D. (2024). Karakteristik faktor risiko pasien chronic kidney disease (CKD) yang menjalani hemodialisa. Jurnal Manajemen Asuhan Keperawatan, 8(2), 59–63. https://doi.org/10.33655/mak.v8i2.194
Utami, N., Lalusu, E. Y., Monoarfa, Y., Otoluwa, A. S., & Handayani, L. (2023). Gambaran hipertensi, obesitas, diabetes, asam urat, lama hemodialisis pada penderita gagal ginjal di RSUD Kabupaten Banggai. Jurnal Buletin Kesehatan Mahasiswa, 2(1), 71–77.
Yohana, A., Kristyowati, E., Widiastuti, Y., Riana, A., Gizi, P. S., Protein, A., & Tanin, K. (2026). Hubungan asupan protein dan konsumsi tanin dengan kadar hemoglobin pasien penyakit ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di RS Santo Yusup Bandung. Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK), 7(2), 85–93.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Bella Pactricia, Deswati Deswati, Rino Wahyudi

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.












