Evaluasi Kejadian Efek Samping Kemoterapi Injeksi Kombinasi pada Pasien Kanker Payudara di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi

Penulis

  • Diana Okta Sari Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi, Indonesia
  • Khairil Armal Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi, Indonesia
  • Ariesta Kirana Efmisa Universitas Mohammad Natsir Bukittinggi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.1111/alsyifa.v1i2.205

Abstrak

Kemoterapi injeksi kombinasi merupakan terapi utama pada kanker payudara, namun sering menimbulkan efek samping yang dapat memengaruhi kualitas hidup pasien sehingga perlu dilakukan evaluasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis regimen kemoterapi, kejadian, tingkat keparahan, serta hubungan kausalitas efek samping kemoterapi injeksi kombinasi. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif observasional. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling terhadap 42 pasien kanker payudara yang menjalani kemoterapi injeksi kombinasi di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Data efek samping dikumpulkan melalui wawancara menggunakan instrumen selfreport. Tingkat keparahan efek samping dinilai menggunakan Common Terminology Criteria for Adverse Events (CTCAE). Hasil penelitian menunjukkan regimen kemoterapi paling banyak digunakan adalah kombinasi cyclophosphamide, epirubicin, dan fluorouracil (CEF). Efek samping yang sering dialami yakni rambut rontok. Sebagian besar efek samping berada pada derajat ringan hingga sedang (Grade 1–2).

Referensi

Bray, F., Laversanne, M., Sung, H., Ferlay, J., Siegel, R. L., Soerjomataram, I., & Jemal, A. (2024). Global cancer statistics 2022: GLOBOCAN estimates of incidence and mortality worldwide for 36 cancers in 185 countries. CA: A Cancer Journal for Clinicians. Advance online publication. https://doi.org/10.3322/caac.21834

Global Cancer Observatory. (2020). Global Cancer Observatory (GCO). International Agency for Research on Cancer. https://gco.iarc.who.int/today

Hara, F., Nagasaki, R., Minami, R., Izutani, T., Yoshida, T., Arai, A., Nihei, A., Sakurai, N., & Ohno, S. (2024). Survey on adverse events associated with drug therapy for breast cancer patients. (Lengkapi nama jurnal, volume, nomor, dan halaman).

Lenysia, B., Anjani, P., Muriani, R. N., Nurbaety, B., & Nopitasari, B. L. (2024). Evaluation of adverse drug reactions (ADRs) in breast cancer patients who received doxorubicin, cyclophosphamide (AC), and doxorubicin, cyclophosphamide, paclitaxel (AC-T) chemotherapy at West Nusa Tenggara Provincial Hospital. Jurnal Farmasi Klinik Indonesia, 11(2), 253–259. https://doi.org/10.20473/jfiki.v11i22024.253-259

Bakhtiar, M. A., Tuda, J. S. B., & H. S., A. M. (2024). Jurnal Inovasi Global, 2(3), 543–551.

Pingkan, W., Kaunang, J., Pakaya, T., Pasundung, J., & Vinza, J. E. (2024). Buku kanker payudara. (Lengkapi nama penerbit).

Rahim Hindun, Sri Atikah, Winarsi Mokoagow, & D. T. (2026). Analisis risiko kanker payudara berdasarkan riwayat usia, menarche, IMT, penggunaan kontrasepsi, dan HPV. 10, 591–598. (Lengkapi nama jurnal.)

Ramasubbu, S. K., Pasricha, R. K., Nath, U. K., & Das, B. (2020). Frequency, nature, severity, and preventability of adverse drug reactions arising from cancer chemotherapy in a tertiary care hospital. Journal of Family Medicine and Primary Care. https://doi.org/10.4103/jfmpc.jfmpc

Singh, A., & Singh, R. (2023). Cancer: Unraveling the complexities of uncontrolled growth and metastasis. PEXACY International Journal of Pharmaceutical Science, 8(2), 59–73. https://doi.org/10.5281/zenodo.8266559

Sumarni, Hartati, Supriyo, & Harnany, A. S. (2021). Gambaran tingkat kecemasan pasien kanker payudara terhadap kemoterapi. Jurnal Lintas Keperawatan, 4(3), 1–6. https://smg.ac.id/ojs/index.php/LIK/article/view/9267

Trayes, K. P., & Cokenakes, S. E. H. (2021). Breast cancer treatment. American Family Physician. (Lengkapi volume, nomor, dan halaman.)

Wijayanti, N., Rahmawati, D. F., & Pramugyono, P. (2023). Kajian efek samping obat kemoterapi dosetaksel pada kanker payudara di RS Bhayangkara Kediri. Jurnal Manajemen dan Pelayanan Farmasi (Journal of Management and Pharmacy Practice), 13(3), 153–165. https://doi.org/10.22146/jmpf.83782

Wiranata, J. A., Hutajulu, S. H., Astari, Y. K., Leo, B., Bintoro, B. S., Hardianti, M. S., Taroeno-Hariadi, K. W., Kurnianda, J., & Purwanto, I. (2024). Patient-reported outcomes and symptom clusters pattern of chemotherapy-induced toxicity in patients with early breast cancer. PLoS ONE, 19(2), Article e029898. https://doi.org/10.1371/journal.pone.029898

Who. (2025). Who Global Hypertension Report 2025. Https://Www.Who.Int/News-Room/Events/Detail/2025/09/23/Default-Calendar/Launch-Of-The-Who-Global-Hypertension-Report-2025

Wijaya, L. A., & Yuswantina, R. (2024). Pengaruh Pemberian Edukasi Menggunakan Media Leaflet Terhadap Pengetahuan Pasien Hipertensi Di Puskesmas Leyangan. Journal Of Holistics And Health Sciences, 6(1), 64–72.

Williams, B., Mancia, G., Spiering, W., Rosei, E. A., Azizi, M., & Simone, G. De. (2018). The Task Force For The Management Of Arterial Hypertension Of The European Society Of Cardiology (Esc) And The European Society Of Hypertension (Esh). European Heart Journal, 25(6), 1105–1187. Https://Doi.Org/10.1097/Hjh.0b013e3281fc975a

Yacob, R., Ilham, R., & Syamsuddin, F. (2023). Hubungan Kepatuhan Minum Obat Dengan Penurunan Tekanan Darah Pada Pasien Hipertensi Program Prolanis Diwilayah Kerja Puskesmas Tapa. Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Dan Kedokteran, 1(2), 58–67.

Zulfa, S. S., Ilmi, P. N., Bustamam, N., & Luthfiyani, D. (2025). Pengaruh Pemberian Informasi Obat Terhadap Tingkat Pengetahuan Dan Kepatuhan Pasien Hipertensi Di Wilayah Kota Jakarta Pusat Silmi. Jurnal Riset Kefarmasian Indonesia, 7(1), 50–64.

Unduhan

Diterbitkan

2026-07-21

Cara Mengutip

Okta Sari, D., Khairil Armal, & Ariesta Kirana Efmisa. (2026). Evaluasi Kejadian Efek Samping Kemoterapi Injeksi Kombinasi pada Pasien Kanker Payudara di RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi. Al-Syifa: Journal of Medical and Public Health Sciences, 1(2), 239–248. https://doi.org/10.1111/alsyifa.v1i2.205